Serba Serbi
Catur Asrama Umat Hindu, Ini Kata Ida Pedanda Gde Keniten
Ida Pedanda Gde Keniten menjelaskan bahwa umat Hindu harus menjalani Catur Asrama dalam hidupnya
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Tujuan hidup manusia secara umum adalah selamat dunia akhirat.
Tak terkecuali pada agama Hindu.
Tujuan umat adalah selamat sekala-niskala.
Hal ini dijelaskan Ida Pedanda Gde Keniten dari Gria Gede Jumpung, Banjar Lebah, Timpag, Kerambitan, Tabanan, Bali.
Kepada Tribun Bali, ia menjelaskan bahwa umat Hindu harus menjalani Catur Asrama dalam hidupnya.
Baca juga: Ida Pedanda Wayahan Bun Ceritakan Konsep Ketuhanan menurut Ajaran Agama Hindu di Bali
Baca juga: Ini Penjelasan Terkait Ngaben dan Penyebab Kematian Menurut Ida Pedanda Gde Keniten
Namun sebelum itu, Ida pedanda menjelaskan bahwa penyebab kebahagiaan pada diri manusia harus diterapkan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana.
Yakni menjaga hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
"Kita menjaga alam sekitar, hewan, tumbuh-tumbuhan. Kita harus berbuat sebaik mungkin menjaga semuanya," tegasnya, beberapa waktu lalu di Tabanan.
Jangan sampai kita merusak alam semesta.
Kita harus tetap menjaga tali silaturahmi dan mengurangi konflik, apalagi konflik dengan saudara.
Serta beryadnya dan sembahyang kepada Tuhan, maupun bhatara-bhatari sebagai manifestasinya.
Hal-hal itu diyakini akan mampu meningkatkan kebahagiaan sesama umat manusia di muka bumi.
"Semuanya berawal dari diri sendiri, sehingga setelah moksa di alam nyata kita juga bisa moksa di alam Niskala," imbuhnya.
Ida pedanda melanjutkan, setiap manusia telah membawa surga dan karmanya masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pedanda-gde-keniten-mna.jpg)