Serba Serbi
Catur Asrama Umat Hindu, Ini Kata Ida Pedanda Gde Keniten
Ida Pedanda Gde Keniten menjelaskan bahwa umat Hindu harus menjalani Catur Asrama dalam hidupnya
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Sehingga tidak bisa diganggu gugat, baik oleh orang lain.
Baca juga: Pandangan Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba Terkait Ngidih Via Online
Baca juga: Pedanda di Gianyar Gelar Homa Pengenduh Jagat, Masyarakat Diharapkan Bersembahyang di Rumah
Tidak bisa diubah oleh orang suci atau apapun.
Karena semua tergantung karma perbuatan dari masing-masing manusia itu sendiri.
Sehingga setiap orang punya tempatnya sendiri.
"Makanya kita harus mengaplikasikan ajaran Tri Kaya Parisudha setiap hari. Berpikir yang baik dan benar, berbicara yang baik dan benar. Serta berbuat yang baik dan benar," sebutnya.
Dengan itu semua, maka manusia bisa saling menjaga perasaan satu sama lainnya.
Mengurangi konflik dan memperbaiki karma serta sama-sama saling membahagiakan.
Selain menerapkan ajaran Tri Kaya Parisudha, manusia hidup di dunia juga harus menjalankan ajaran Catur Asrama.
Yaitu empat tingkatan kehidupan, atas dasar keharmonisan hidup dalam ajaran Hindu.
Catur Asrama, sebutnya, terdiri dari 4 komponen.
Diantaranya, Brahmacari atau tingkatan masa menuntut ilmu.
Baca juga: Resmi Jadi Pedanda, Pedanda Gede Made Rai Keniten Siap Ayomi Umat
Baca juga: Jero Made Bayu Gendeng: Ada Energi Kuat yang Melindungi Bali
Kemudian tahap kedua, adalah Grehasta atau tahap berumah tangga setelah selesai menuntut ilmu.
Memiliki anak dan berkeluarga.
Setelah itu masuk ke tahap ketiga, yakni Wanaprasta.
Merupakan tingkatan manusia mulai melepaskan hawa nafsu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ida-pedanda-gde-keniten-mna.jpg)