Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Penghujung Tahun 2020, Pantai Kuta Terlihat Sepi, namun Sampah Kiriman Tersebar Penuhi Bibir Pantai

Begitu jurnalis tribunbali.com masuk ke dalam area Pantai Kuta tepatnya di depan Beachwalk Shopping Center, hanya terlihat beberapa wisatawan yang

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana Pantai Kuta yang sepi dan banyak sampah kiriman, Kamis (31/12/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Mengantisipasi kerumunan di penghujung tahun 2020 di Pantai Kuta, hari ini Polresta Denpasar melakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan sterilisasi parkir di sepanjang jalur Jl. Pantai Kuta.

Dari pantauan tribunbali.com di lapangan, sepanjang jalan itu dipasangi tali maupun barrier sebagai bentuk larangan parkir di sepanjang jalan tersebut.

Tak hanya itu, terlihat juga tiap radius sekian puluh meter ada anggota polisi yang berjaga.

Baca juga: Kebijakan Pembatasan Timbulan Sampah di Bali Diklaim Mampu Turunkan Sampah Plastik di TPA

Baca juga: Timbulan Sampah di Bali Bisa Capai 2.400 Ton Sehari, Sekitar Setengahnya Tak Bisa Tertangani

Baca juga: Turunkan 500 Personel, Polres Badung Sasar Sejumlah Titik pada Malam Pergantian Tahun

Begitu jurnalis tribunbali.com masuk ke dalam area Pantai Kuta tepatnya di depan Beachwalk Shopping Center, hanya terlihat beberapa wisatawan yang berada di sana.

Namun tumpukan sampah kiriman seperti sampah plastik baik air mineral kemasan, ranting-ranting pohon dan lainnya tersebar di bibir sepanjang Pantai Kuta.

"Saya prihatin juga melihat sampah-sampah seperti ini. Besok rencananya dibersihkan," ujar Lurah Kuta, I Ketut Suwana, Sabtu (31/12/2020).

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Bali Picu Pelanggaran Prokes, Sekda Bali Minta Awasi Sejumlah Titik Rawan

Baca juga: Dua Kasus Menonjol 2020, Polres Jembrana Ungkap Kasus Kepruk Kaca dan Suket Palsu

Baca juga: Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Ikan Musiman di By Pass Ngurah Rai Sanur Sepi Pembeli

"Mengenai pembatasan dan kebijakan jam malam kami tidak berani melanggar ketentuan itu. Untuk pantai kami sepakat dengan desa adat tidak ada kegiatan di pantai hanya sebatas orang-orang datang tapi tidak berkerumun tidak masalah," sambungnya.

Menurutnya wisatawan pun tentu merasa risih dengan adanya sampah kiriman ini, yang biasanya mereka langsung main air di pantai tapi melihat sampah banyak jadi pikir-pikir lagi.

Baca juga: Pergantian Tahun, Satpol PP Badung Siap Bubarkan Kerumunan dan Hentikan Kegiatan Lewat Jam Malam

Baca juga: DPRD Dukung Langkah Gubernur Soal Pembatasan Jam Malam di Bali

Ia menambahkan besok pagi petugas DLHK Kabupaten Badung akan dilakukan pembersihan dan pengangkutan sampah ini mengingat hari ini adalah hari libur.

Fenomena sampah kiriman yang terjadi merupakan siklus tahunan biasanya mulai bulan November akhir sampai Januari.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved