Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Ruas Jalan Banjar Serokadan menuju Desa Apuan Bangli Jebol, Pengendara Roda Empat Harus Memutar

Musim hujan yang melanda Bangli menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur jalan, seperti ruas jalan jurusan Banjar Serokadan, Desa Abuan menuju Desa

Istimewa
Pasang garis pengaman - polisi ketika memasang pengaman di sekitar titik jalan jebol di Ruas Jalan Banjar Serokadan menuju Desa Apuan, Rabu (30/12/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI  – Musim hujan yang melanda Bangli menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur jalan, seperti ruas jalan jurusan Banjar Serokadan, Desa Abuan menuju Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali yang jebol sepanjang tiga meter.

Jebolnya jalan penghubung dua desa tersebut diketahui pada hari Rabu (30/12/2020) pukul 16.15 wita.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Apuan, I Made Cerita mengungkapkan, sejatinya kerusakan ruas jalan yang terletak di timur SDN 3 Apuan itu sudah terjadi sejak lama.

Kerusakan diperparah lantaran memasuki musim penghujan, sehingga ruas jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Baca juga: Awal Tahun, Kunjungan Wisatawan di Objek Wisata Sangeh Tembus 1.000 Orang Per Hari

Baca juga: Patung Garuda dan Ribuan Struktur Karang Kini Hiasi Bawah Laut Bali

Baca juga: Update Penanggulangan Covid-19 di Bali, Positif: 101 Orang, Sembuh: 93 Orang dan Meninggal: 1 Orang

“Hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua saja. Kalau roda emat mau ke Apuan, otomatis harus memutar lewat Desa Abuan,” ujarnya, Jumat (1/1/2020).

Made Cerita yang merupakan mantan Perbekel Desa Apuan itu mengaku sudah beberapa kali bersurat ke Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Perkim Bangli.

Namun karena dirasa belum ada anggaran, upaya perbaikan pun masih menunggu.

Made Cerita menambahkan, selain karena faktor cuaca, jebolnya ruas jalan tersebut juga dipengaruhi adanya gorong-gorong yang berada di bawahnya.

Baca juga: Tulang Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Angker di Tabanan, Diduga Pria asal Desa Ini 

Baca juga: Proyek Terminal Tipe A Mengwi Rampung, Penumpang Bisa Nikmati Fasilitas Seperti Bandara Ngurah Rai

Baca juga: Setelah 5 Hari Tim SAR Lakukan Pencarian, Nenek 90 Tahun yang Hilang di Tabanan Ditemukan Meninggal

“Gorong-gorong ini merupakan tempat pembuangan air ketika hujan. Sehingga airnya cenderung deras."

"Selain di ruas jalan tersebut, ada beberapa titik lain yang juga jebol dan belum ditindak lanjuti. Tinggal menunggu saja sampai kerusakan bertambah parah,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kadis PUPR Perkim Bangli, I Wayan Suastika mengatakan bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian jalan jebol di Desa Apuan tersebut.

Diketahui panjang jalan yang jebol mencapai tiga meter, dengan lebar 1,5 meter.

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di Kawasan The Nusa Dua Libur Nataru Mencapai di Atas 30 persen

Baca juga: Pedagang Pasar Senggol Kembali Dilarang Tinggalkan Gerobak di Sub Terminal Semarapura

Baca juga: Selama Pandemi 2020, Forensik RSUP Sanglah Tangani 3.886 Jenazah 

“Kejadian itu disebabkan debit air melebihi kapasitas gorong-gorong drainase akibat hujan deras, sehingga dinding di sebelah selatan jalan dengan ketinggian kurang lebih 20 meter longsor,” jelasnya.

Tindak lanjut dari itu, Suastika mengatakan upaya perbaikan sedang dalam tahap perencanaan kebutuhan anggaran.

Mengingat kerusakan jalan diakibatkan karena bencana, maka perbaikan rencananya akan berkoordinasi dengan BPBD apakah ada sumber dana untuk kebencanaan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved