Breaking News:

Berita Tabanan

Tulang Kerangka Manusia di Hutan Lindung Pupuan Dievakuasi lewat Jalur Baru

"Sudah dievakuasi lewat jalur baru untuk menghindari jika ada complain terkait adat istiadat dari Desa lainnya," kata AKP Wicaksana, Selasa (5/1/2021)

Istimewa
Suasana saat pihak keluarga dan Polsek Pupuan melakukan evakuasi terhadap tulang kerangka manusia di hutan lindung termasuk Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Sabtu (2/1/2021) lalu. Kemudian dilanjutkan dengan proses upacara sesuai adat di Desa Wanagiri Kauh. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN  - Sebanyak 20 orang dari pihak keluarga serta dibantu anggota Polsek Pupuan telah melakukan evakuasi terhadap tulang kerangka manusia di hutan lindung termasuk Desa Sanda, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, Sabtu (2/1/2021) lalu.

Evakuasi dilaksanakan setelah keluarga mengecek bahwa tulang kerangka merupakan I Made Subawa alias Pan Soma yang merupakan warga yang dilaporkan hilang pada 2 November lalu. 

Menurut informasi yang diperoleh, pihak keluarga bersama anggota Polsek Pupuan berangkat ke hutan Sabtu (2/1/2021) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Baca juga: Pergi dari Rumah Tanpa Pamitan, Kumara Ditemukan Mengambang di Bendungan Dekat Kampus Unud Jimbaran

Baca juga: Kwarda Pramuka Bali Bentuk Pengawas Protokol Kesehatan Covid-19 di Sekolah Bagi Pembina Gugus Depan

Baca juga: Terkait Perpanjangan Penerapan Swab PCR Untuk Syarat Masuk Bali, Ini Jawaban Gubernur Koster 

Tak hanya pihak keluarga dan polisi, warga dari Desa Pujungan serta Desa Karyasari untuk melakukan pendakian kemudian evakuasi. 

Setibanya di atas, pihak keluarga langsung melakukan pengecekan terhadap tulang kerangka manusia yang sebelumnya ditemukan warga yang berburu di hutan.

Seorang kerabatnya atau kakak kandungnya Pan Soma, I Nyoman Sunara membenarkan jika tulang kerangka manusia yang ditemukan tersebut adalah saudaranya.

Baca juga: Sidak Prokes Saat Malam di Pemecutan Kelod Denpasar, Ditemukan 5 Pelanggar

Baca juga: Setelah 4 Bulan Berturut Alami Deflasi, Bali Alami Inflasi Sebesar 0,68 persen pada Desember 2020

Baca juga: Tunggakan di Pedagang Rp 4 M Lebih, Target Pendapatan Perumda Pasar Denpasar Tahun 2021 Tetap Naik

Hal ini diperkuat bahwa pakaian yang ditemukan di lokasi baik baju kaos dan celana pendek diberikan oleh anak korban.

Selain itu baju kaos yang ada tulisan I Come to Shanghai juga diberikan oleh saudara lainnya. 

Kapolsek Pupuan, AKP I Ketut Agus Wicaksana Julyawan mengatakan, proses pengecekan dan evakuasi sudah dilaksanakan pihak keluarga serta dibantu anggota Polsek Pupuan.

Setelah pengecekan, pihak keluarga menyepakati evakuasi melalui jalur baru yang langsung menuju Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg. 

Baca juga: Aktivitas Digital Masyarakat Dorong Pertumbuhan Trafik Layanan Data Telkomsel di Momen Nataru

Baca juga: Pengobatan Usada Perawatan Bayi dan Ibu Masih Diminati di Bali

Baca juga: Alasan Pembelajaran Tatap Muka di 8 Provinsi Prioritas Ditunda, Salah Satunya Provinsi Bali

"Sudah dievakuasi lewat jalur baru untuk menghindari jika ada complain terkait adat istiadat dari Desa lainnya," kata AKP Wicaksana, Selasa (5/1/2021). 

Dia melanjutkan, evakuasi berlangsung lumayan menyita waktu karena medan yang sangat berat serta beberapa orang dari keluarga sempat mengalami kram pada kaki.

Setidaknya, sekitar  pukul 19.30 Wita proses evakuasi sudah selesai. 

"Saat itu pihak keluarga juga langsung melaksanakan upacara sesuai adat setempat di Br. Dinas Kebon Tumpalan Desa Wanagiri Kauh," tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved