Breaking News:

Berita Bangli

Sebanyak 310 KPM di Bangli Dicoret Sebagai Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)

turunnya jumlah penerima BST pada tahun 2021 lantaran Kemensos melakukan pembersihan DTKS dimana ada 310 KPM yang dinonaktifkan.

Istimewa
Penerima BST saat melakukan pencairan BST Kemensos tahap I di Kantor Pos Bangli. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kementerian Sosial RI pada tahun 2021 kembali memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST), bagi warga kurang mampu.

Bantuan berupa uang tunai itupun sudah mulai bisa dicairkan sejak Jumat (8/1/2021) lalu.

Bantuan tersebut merupakan lanjutan dari program tahun 2020.

Di mana untuk tahun 2021 ini, masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Rp. 300 ribu tiap bulan, yang dijadwalkan selama empat bulan.

Kendati demikian, terdapat ratusan nama penerima BST yang tahun ini justru dicoret dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca juga: BST 158 KPM di Kelurahan Kesiman Denpasar Dicairkan

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangli, I Wayan Karmawan menyebutkan, total penerima BST di Bangli pada tahun 2021 ini tercatat sebanyak 8759 KK.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan data tahun 2020, yakni sebanyak 9069 KK.

Pihaknya menjelaskan, turunnya jumlah penerima BST pada tahun 2021 lantaran Kemensos melakukan pembersihan DTKS.

Dimana ada 310 KPM yang dinonaktifkan.

"Masalahnya pertama karena Adminduk yang belum terkoneksi dengan pusat, atau belum menggunakan e-KTP," ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved