Berita Denpasar

Tergiur Upah Rp 5 Juta, Rabindra Ditangkap Saat Terima Paket Sabu dari Malaysia

Tergiur mendapat upah Rp 5 juta, pria kelahiran Jakarta, 25 Desember 1974 ini pun nekat menerima tawaran mengambil paket sabu kiriman dari Malaysia.

Tribun Bali/Putu Candra
Rabindra diadili terkait tindak pidana narkotik. Ia didudukan sebagai pesakitan setelah ditangkap menerima paket sabu dari Malaysia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Uang memang membuat manusia gelap mata, seperti yang terjadi pada Rabindra Dharmawangsa (46).

Tergiur mendapat upah Rp 5 juta, pria kelahiran Jakarta, 25 Desember 1974 ini pun nekat menerima tawaran mengambil paket sabu kiriman dari Malaysia.

Namun apes, sesaat setelah menerima kiriman paket sabu itu dari petugas jasa pengiriman barang, ia ditangkap petugas Badan Narkotik Nasional Propinsi (BNNP) Bali. 

Baca juga: Ditangkap Saat Menempel Sabu di Jalan Teuku Umar Barat Denpasar, Taufik Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Simpan 30,22 Gram Sabu di Rumahnya, Dervin Mohon Keringanan Setelah Dituntut 10 Tahun Penjara

Baca juga: Ditangkap Edarkan Ekstasi dan Sabu, Vian dan Ossie Dihukum 11 Tahun Penjara

Rabindra sendiri telah menjalani sidang perdananya dengan agenda dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar secara virtual. Dalam surat dakwaan, jaksa memasang dakwaan alternatif terhadap terdakwa. 

"Klien kami dikenakan dakwaan alternatif. Dakwaan pertama, Pasal 113 ayat (2), atau kedua, Pasal Pasal 114 ayat (2), atau dakwaan ketiga Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik," jelas Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum terdakwa, Senin (11/1/2021). 

Baca juga: Edarkan Ekstasi Dalam Kemasan Kopi Sachet dan Paket Ganja, Alif Diganjar Sepuluh Tahun Penjara

Baca juga: Polisi Temukan 17.500 Batang Ganja Ditanam di Tor Sipira Manuk Mandailing Natal

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar mengatakan, terhadap dakwaan yang dikenakan jaksa itu, terdakwa mengaku tidak keberatan.

"Karena terdakwa tidak keberatan, kami sampaikan ke majelis hakim bahwa kami tidak mengajukan eksepsi (keberatan)," ucap Dewi Maria.

Baca juga: Kokain hingga Bong, Kejari Denpasar Musnahkan Barang Bukti Narkotik Senilai Rp 8 Miliar Lebih

Baca juga: Dilimpahkan Kasus Narkotik, Jose Dijerat Pasal Berlapis

Diketahui, terdakwa ditangkap di areal parkir sebuah minimarket di Jalan By Pass Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, 14 Oktober 2020 sekitar pukul 13.30 Wita.

Diungkap, bahwa terdakwa awalnya ditawari mengambil paket dari Malaysia oleh seseorang bernama Yus ( DPO) dengan imbalan uang Rp 5 juta.

Tergiur dengan upah itu, terdakwa pun setuju dengan tawaran dari Yus.

Kemudian terdakwa pun menghubungi petugas jasa pengiriman barang dan mengaku bernama Solihin sebagai penerima paket.

Agar paket tidak dikirim ke alamat yang tertera, terdakwa mengatakan akan mengambil sendiri ke kantor jasa pengiriman barang.

Namun Terdakwa kembali menghubungi petugas pengirim paket dan meminta untuk bertemu di minimarket di daerah Tuban, Kuta, Badung.

Selanjutnya keduanya bertemu, dan petugas jasa pengiriman menyerahkan paket itu ke terdakwa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved