Breaking News:

Berita Tabanan

Anggaran Penanganan Covid Tabanan Hanya Rp 12.4 Miliar Lebih

Anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan hanya diplot senilai Rp 12,4 Miliar lebih di tahun 2021 ini.

Tribun Bali/Prasetia Aryawan
Suasana saat Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan meenggelar pelaksanaan simulasi vaksinasi Covid-19 di Ruang VIP BRSU Tabanan, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabanan hanya diplot senilai Rp 12,4 Miliar lebih di tahun 2021 ini.

Itupun anggarannya masuk ke dalam rincian yang dipasang untuk penanganan kesehatan di Dinas Kesehatan dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). 

Menurut data yang diperoleh dari Bapelitbang Tabanan, anggaran Covid-19 ini di plot ke Dinas Kesehatan sebesar Rp 5.6 Miliar lebih diperuntukkan untuk pengelolaan pelayanan bagi penduduk yang terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan atau berpotensi bencana.

Baca juga: Tembok Penyengker DPRD Tabanan Ambruk Terkikis Air Bah, Tembok Pura Beji 2 Meter di Sebelahnya Aman

Baca juga: Truk Bermuatan 7 Ton Tergelincir di Tabanan, Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam

Baca juga: Warga Terendam Banjir dan Setengah Badan Jalan Jebol di Tabanan

Senilai Rp 6.7 Miliar diplot ke Bakeuda diperuntukkan untuk pengelolaan dana darurat dan mendesak.

Kemudian untuk anggaran penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan total mencapai Rp 68,8 Miliar lebih.

Rinciannya adalah pengadaan dan prasarana pendukung fasilitas pelayanan kesehatan sebesar Rp 6.4 Miliar lebih.

Pengadaan alat kesehatan penunjang fasilitas pelayanan kesehatan sebesar Rp 37.5 Miliar lebih, Pengadaan obat vaksin sebesar Rp 2.5 Miliar lebih, dan Pengadaan bahan habis pakai sebesar Rp 2.2 Miliar lebih. 

Baca juga: 20 Desa di Tabanan Usulkan Pembangunan TPS 3R, Gencarkan Pengolahan Sampah Berbasis Desa

Baca juga: Tabanan Peroleh Anggaran Rp 80 Milyar Untuk Perbaiki Jalan Sepanjang 38 Kilometer 

Baca juga: Lapas Tabanan Overload 400 Persen, Per Kamar Bisa Dihuni 15 Narapidana Padahal Idealnya Cuma 4 Orang

Kemudian, untuk Pengelolaan pelayanan bagi penduduk yang terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan atau berpotensi bencana sebesar Rp 5.6 Miliar lebih, pengelolaan surveilans sebesar Rp 3.9 Miliar lebih, Pengelolaan upaya kesehatan khusus sebesar Rp 239,9 Juta, Pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular sebesar Rp 3.4 Miliar lebih, serta pengelolaan dana darurat dan mendesak sebesar Rp 6.7 Miliar lebih atau sama dengan yang diplot di Bakeuda. 

"Jadi anggarannya Rp 12,4 Miliar lebih yang difokuskan untuk penanganan secara langsung seperti penyediaan APD serta tracking kontak," kata Kepala Bapelitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, Jumat (15/1/2021). 

Baca juga: Umat Diimbau Rayakan Siwaratri di Rumah, Tim Yustisi Tabanan Siap Beri Sanksi Jika Ada Pelanggaran

Baca juga: Antisipasi Melonjaknya Kasus Positif Covid-19, BRSU Tabanan Tambah 35 Bed

Dia melanjutkan, anggaran dipasang Rp 12 miliar lebih bersifat sementara dan melihat dengan kondisi keuangan di tubuh APBD Tabanan.

Namun, seandainnya nanti akan butuh anggaran yang lebih banyak, Pemkab Tabanan akan kembali menerapkan refocusing anggaran seerti di tahun 2020 lalu.

"Nilainya ini kita anggaran sesuai dengan pendapatan kita, itu sudah prioritas. Tapi misalnya nanti ada kekurangan kemungkinan besar refocusing anggaran kembali diterapkan," ungkapnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved