Breaking News:

Berita Tabanan

Temukan 45 Pelanggar Masker, Tim Yustiisi Lakukan Tes Rapid Antigen Secara Sampling

tim yustisi sudah melakukan tindakan sanksi kepada 45 pelanggar tak menggunakan masker. 

Dok. Satpol PP Tabanan
Suasana saat petugas melakukan rapid antigen terhadap pengunjung rumah makan maupun tempat berbelanja di Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN  - Sejak diberlakukannya PPKM di Tabanan, Tim Yustisii yang terdiri dari unsur Pemkab Tabanan, Polri dan TNI menggelar pengawasan serta penindakan terhadap para pelanggar protokol kesehatan.

Hingga Sabtu 16 Januari 2021 atau hingga hari ke enam pelaksanakaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tim yustisi sudah melakukan tindakan sanksi kepada 45 pelanggar tak menggunakan masker. 

Selain itu, tim yustisi yang terdiri dari 200 petugas ini juga teguran lisan sebanyak 860 orang dan tindakan fisik sebanyak 79 orang di seluruh wilayah Tabanan.

Setiap pelanggar yang tidak menggunakan masker telah dikenakan denda masing-masing senilai Rp 100 ribu sesuai dengan oeraturan yang berlaku.

Sehingga total denda yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp 4,5 Juta dan masuk ke kas daerah. 

Baca juga: Anggaran Penanganan Covid Tabanan Hanya Rp 12.4 Miliar Lebih

Baca juga: BRSU Tabanan Siapkan Skema Terburuk Penanganan Gejala Pasca Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Tabanan Tambah 51 Kasus Positif dan 14 Pasien Sembuh, Didominasi Hasil Tracking Kontak Erat

"Mereka yang melanggar tetutama tidak menggunakan masker langsung kita sanksi sesuai peraturan. Kemudian hukuman tindakan fisik tersebut berupa hukuman push up dan melakukan kegiatan sosial. Selain itu kami juga lakukan teguran lisan berupa edukasi termasuk sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan," tegas Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba, Senin 18 Januari 2021. 

Dia melanjutkan, namun selama ini yang lebih banyak ditemukan adalah kesalahan dalam penggunaan masker seperti digunakan di dagu sehingga diberikan teguran lisan hingga fisik. 

"Teguran lisan maupun fisik ini ternyata lebih banyak karena masih ada masyarakat yang salah pengunaannya," ungkapnya. 

Dia menegaskan, Tim Yustisi Tabanan akan terus berlanjut melakukan penindakan, bahkan dilakukan dua kali dalam sehari.

Ia juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat Tabanan agar tidak membandingkan kasus di Tabanan dengan daerah lain yang wilayahnya lebih padat, luas dan heterogen.

Ia juga tidak memungkiri pelanggaran itu mungkin akan bertambah terus kedepannya dalam penerapan PPKM ini.

"Mari kita sama-sama melawan pandemi ini dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Secara umum sudah baik namun masih juga ditemukan warga yang salah penggunaan," ungkapnya. 

Selain itu, Tim Yustisi dengan menggandeng Dinas Kesehatan melakukan tes rapid antigen di sebuah rumah makan secara sampling.

Artinya melakukan rapid antigen kepada masyarakat yang kedapatan berkunjung.

Beruntung dari total sekitar 37 sampling yang diambil seluruhnya menunjukan hasil negatif. 

"Tapi ini akan terus berlanjut. Kita akan sasar lagi tempat lainnya untuk memastikan tak ada klaster baru lagi," tandasnya. 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved