Breaking News:

Berita Gianyar

Tahun 2021 Luas Taman di Gianyar Meningkat Menjadi 14.420 Hektare

Selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, jumlah luas tanam di Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 lalu.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi - suasana taman kota Gianyar, Kamis (21/5/2020). Tahun ini, luas taman di Gianyar meningkat 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selama pandemi Covid-19 di tahun 2020, jumlah luas tanam di Kabupaten Gianyar mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 lalu.

Di mana pada tahu. 2018 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas lahan pertanian di Kabupaten Gianyar sebesar 13 .690 hektare.

Sementara tahun 2021 ini, luas lahan pertanian mencapai 14.420 hektare.

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, meningkatnya luas tanam pertanian tak terlepas krisis ekonomi akibat pandemi.

Baca juga: ASN di Gianyar Kelimpungan, Tunjangan Kesehatan Belum Cair hingga Berutang untuk Sambung Hidup

Baca juga: Belum Genap 4 Bulan Beroperasi,Saluran Drainase di Tengah Jalan Raya Bedulu Gianyar Bali Sudah Rusak

Baca juga: Angin Berhembus Kencang Beberapa Menit, 1 Pohon Kelapa Tumbang Tutup Jalan di Blahbatuh Gianyar Bali

Di mana saat ini, tak sedikit lahan yang sebelumnya terbengkalai, kini telah dimanfaatkan pemiliknya untuk menanam tanaman organik.

Bahkan tak sedikit masyararakat yang dulunya tidak mau berkecimpung dalam pertanian, kini terpaksa bertani lantaran tidak adanya penghasilan. 

Kadis Pertanian dan Peternakan Gianyar, Made Raka mengatakan, saat ini jumlah petani di Gianyar sebanyak 27.373 orang dengan lahan garapan rata-rata 40 are.

Baca juga: 1.400 Desa Adat Dapat Surat Pengakuan MDA, Desa Adat Mas Gianyar Bali Masih Ada Masalah

Baca juga: Ini Alasan MDA Bali Belum Keluarkan Surat Pengakuan Prajuru untuk Desa Adat Mas Gianyar

Baca juga: Ini Alasan Pasien Reaktif Rapid Antigen Test di Gianyar Bali Langsung Dikarantina Pemerintah

Kata dia, saat ini yang berkembang adalah pertanian organik secara mandiri oleh petani di Gianyar. 

Karena itu, di tahun 2021 ini, pihaknya mengusulkan bantuan pupuk organik ke pemerintah pusat.

Kata dia, saat ini usulan tersebut sedang diproses.

"Ini gayung bersambut, lebih dari 100 hektar lahan pertanian padi sudah organik, sehingga kita usulkan agar bantuan pupuk yang diberikan adalah pupuk organik oleh kementerian pertanian," ujarnya.

Baca juga: Mayoritas Warga Gianyar Bali yang Meninggal Karena Covid-19 Adalah Orang Lanjut Usia

Baca juga: Lewati Jalan Berkabut dan Hujan Lebat, Taksi Online Nyungsep ke Sawah di Tampaksiring Gianyar Bali

Baca juga: Berjalan Sepekan, 362 Nakes di Gianyar Telah Divaksin Covid-19

Di tengah besarnya animo masyarakat dalam menggeluti pertanian, di tahun 2021 ini, subsidi pupuk pun ditingkatkan  Sebelumnya  subsidi pupuk hanya di angka Rp1.800, saat ini menjadi Rp2.250. 

Sementara untuk harga eceran, pupuk ini perkilogram atau non subsidi Rp7.500. Pupuk urea harga subsidi Rp1.800/kg harga non subsidi Rp7.500.

Pupuk NPK harga subsidi Rp2.300/kg, harga non subsidi Rp9.000/kg. Pupuk SP 36 harga subsidi Rp2.000/kg harga non subsidi Rp 7.000. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved