Breaking News:

Berita Bali

Jadi Kurir Sabu dan Ganja Dikemas dalam Bungkus Permen, Andi Dituntut 13 Tahun Penjara

Tergiur diupah Rp50 ribu sekali tempel, Andi Helmy Tasbih (27) nekat bekerja sebagai kurir sabu dan ganja.

Net
Ilustrasi - Jadi kurir sabu dan ganja, Andi dituntut 13 Tahun penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tergiur diupah Rp50 ribu sekali tempel, Andi Helmy Tasbih (27) nekat bekerja sebagai kurir sabu dan ganja.

Namun apes, saat menempel paket sabu yang dikemas dalam bungkus permen, Andi ditangkap petugas kepolisian.

Kini ia pun telah menghadapi tuntutan pidana 13 tahun penjara yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Surat tuntutan telah dibacakan dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

Edarkan Sabu & Ekstasi Dalam Potongan Bambu, Ahmad Alifin Mohon Keringanan Usai Dituntut 12 Tahun

Cucu Raja Jadi Pecandu Narkoba, Ditangkap Saat Pesta Sabu-sabu di Badung Bali

Tukang Las Nyambi Jualan Sabu, Suseno Disangkakan Dakwaan Alternatif

"Jaksa menuntut terdakwa pidana 13 tahun penjara, denda Rp.1 miliar subsidair enam bulan penjara. Atas tuntutan jaksa itu, kami akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis," jelas Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa saat dihubungi, Jumat, 29 Januari 2021.

Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, jaksa menjerat terdakwa kelahiran Bandung, 5 Nopember 1993 ini dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotik, sebagaimana dakwaan primair. 

Edarkan Ekstasi Dalam Kemasan Kopi Sachet dan Paket Ganja, Alif Diganjar Sepuluh Tahun Penjara

PBB Legalkan Ganja untuk Pengobatan, Pemerintah Diminta Terbitkan Regulasi

Edarkan Sabu, Ekstasi dan Ganja, Moch Erlangga Dituntut 17 Tahun Penjara

"Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotik golongan I," papar Aji Silaban. 

Diungkap dalam surat dakwaan, terdakwa Andi ditangkap di Jalan Tukad Alas Harum, Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat, 18 September 2020 sekitar pukul 11.30 Wita.

Terjerumusnya terdakwa dalam bisnis terlarang ini berawal kenal dengan Isdar (DPO).

Isdar menawarkan pekerjaan mengambil dan menempelkan sabu ke terdakwa, dengan upah sebesar Rp50 ribu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved