Corona di Bali
Masker Bedah Bekas Pakai Dijual Lagi, dr. Luh Dharma Beri Tips Membuang Masker yang Sudah Digunakan
Lalu bagaimana cara agar masker, terutama masker bedah yang telah kita gunakan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab?
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab sedang berusaha meraih keuntungan di balik limbah masker di tengah pandemi Covid-19.
Lalu bagaimana cara agar masker, terutama masker bedah yang telah kita gunakan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab?
dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, selaku Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSUP Sanglah Denpasar berikan penjelasan terkait hal tersebut pada, Kamis 18 Februari 2021.
Baca juga: Ketua IDI Provinsi Bali Tidak Benarkan Asumsi Setelah Divaksin Covid-19 Boleh Tidak Gunakan Masker
Baca juga: Joe Biden Sebut Januari 2021 Sebagai Bulan Paling Mematikan di AS, Wajibkan Warga Pakai Masker
Baca juga: Obati Wisatawan Domestik yang Rindu Bali, Masker Lukis Design Khas Bali Sudah Ekspor ke 50 Negara
"Biasanya masker yang sudah dipakai dicuci, dijemur hingga disetrika, bahkan dilakukan pemberian tepung kanji atau sesuatu yang lainnya yang dapat membuat masker tersebut terlihat lebih kencang atau baru."
"Sehingga masker dapat dijual dan tentu saja itu sangat berbahaya bagi kesehatan," ujarnya.
Ia juga menambahkan padahal ketika masker terutama pada masker bedah dicuci ketika selesai digunakan, akan merusak filter hingga fungsinya tidak lagi dapat sebagai pencegah Covid-19.
"Saran saya adalah jangan hanya menggunting masker pada bagian penyangga di telinga namun juga agar melakukan perobekan ke tengah masker hingga masker terbagi menjadi dua, lalu membuangnya ke tempat yang tepat," tambahnya.
Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Satlantas Polres Badung Bagi-bagi Masker ke Para Pengguna Jalan
Baca juga: Kepatuhan Penggunaan Masker di Denpasar Bali Lebih dari 95 Persen
Sedangkan untuk dampak kesehatannya sendiri adalah ketika menggunakan masker tersebut, kita tidak mengetahui masker tersebut telah digunakan oleh siapa saja.
Lalu dicuci dengan menggunakan apa tentu saja kita tidak mengetahui hal tersebut.
Apakah bahan-bahan yang digunakan untuk mencuci masker tersebut aman untuk kesehatan atau tidak.
"Dan penyakit yang ditimbulkan pun beragam bisa dari mulai sesak nafas hingga alergi pada kulit wajah. Sehingga tentu saja hal tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dr-ni-luh-dharma-kerti-natih.jpg)