Berita Klungkung

Empat Komoditi Ini Minus di Klungkung, Dinas Ketahanan Pangan Maksimalkan Survei Ketersediaan Pangan

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, dalam seminggu melakukan dua kali survei ketersediaan komoditi pangan.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Cabai menjadi salah satu komoditi yang ketersediaanya minus di Klungkung, Bali, Rabu 17 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, dalam seminggu melakukan dua kali survei ketersediaan komoditi pangan.

Berdasarkan data Rabu 17 Maret 2021, ada 4 komoditi yang minus di Klungkung. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara menjelaskan, survei saat ini masih sebatas dilakukan di tingkat grosir.

Secara umum ada 11 komoditi ketahanan pangan yang ketersediaannya di pasaran terus dipantau, seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telor ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng. 

Baca juga: Harga Cabai Mahal, Wanita Kelompok Tani di Klungkung Diminta Aktif Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Terhadap Pelayan Publik dan Lansia di Klungkung Masih Sekitar 27 Persen'

Baca juga: Meskipun Batal ke Klungkung, Bupati Suwirta Akan Minta Jokowi Berkunjung ke Nusa Penida Bulan Juni

Berdasarkan hasil survei itu, secara umum ada empat komoditi yang ketersediaannya minus yakni cabai besar, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Meskipun hasil survei di pedagang grosir tergolong minus, namun belum ada laporan masyarakat sulit untuk mendapatkan telur atau daging ayam ras.

Sementara untuk cabai rawit, saat ini ketersediaanya sedikit karena musim hujan.

Sehingga sesuai mekanisme pasar, harganya pun masih tinggi. 

" Ke depan akan kami mantapkan lagi survei keterketersediaan pangan di Klungkung. Tidak hanya ke pedagang grosir, namun juga ke tingkat eceran. Sehingga kita punya data yang lebih akurat terkait ketersediaan komoditi pangan di Klungkung," jelas Suweta Negara. 

Baca juga: Jokowi Batal Lihat Proyek Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Senilai Rp 2,5 Triliun di Klungkung

Baca juga: Hanya 31 Produk di Klungkung Miliki HAKI, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Genjot Pendaftaran

Baca juga: Komisi III DPRD Klungkung Akan Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Terkait Hal Ini

Terkait pandei Covid-19 saat ini, diakuinya sangat terdampak juga pada akses pangan.

Banyaknya warga yang dirumahkan atau bahkan PHK, membuat daya beli masyarakat turun drastis.

Meskipun demikian, secara umum masyarakat di Klungkung masih memiliki etos kerja untuk memenuhi kebutuhan pangannya. 

"Kalau pandemi ini, tentu sangat berdampak ke daya beli masyarakat. Tapi secara umum masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan pangannya," jelas Suweta Negara. 

Ada beberapa upaya yang dilakukan pihak Pemda Klungkung, terkait ketersediaan komoditi pangan di Klungkung.

Misal aktif melaporkan ketersedian pangan ke pemerintah pusat dan provinsi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved