Breaking News:

Berita Tabanan

Kasus Pencurian Emas Oleh Oknum Polisi Belum Ada Perkembangan, Kejari Tabanan Janji Transparan 

kasus pencurian emas di Pasar Tabanan yang ditangani Satreskrim Polres Tabanan masih belum menuai hasil alias masih mentok.

net
ilustrasi pencurian 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN– Kasus pencurian emas di Pasar Tabanan yang dilakukan oleh oknum polisi anggota Polres Tabanan, Bripda Pande MRMK (23) tersebut kini masih berproses.

Hanya saja kasus yang ditangani Satreskrim Polres Tabanan masih belum menuai hasil alias masih mentok.

Pihak kepolisian mengaku kasusnya masih sedang didalami.

Meskipun begitu, pihak Kejari Tabanan menyatakan akan membuka kasus tersebut secara transparan. 

Menurut penghitungan, padahal kasus tersebut penanganan sudah terhitung 12 hari, namun tak kunjung ada penanganan.

Baca juga: Bripda Pande Terancam Dipecat Setelah Keputusan Inkrah, Oknum Polisi Curi Emas di Pasar Tabanan Bali

Baca juga: Bripda Pande MRMK, Oknum Polisi yang Curi Emas di Tabanan Bali Sempat Kabur ke Buleleng

Baca juga: Oknum Polisi di Polres Tabanan Melakukan Pencurian Emas, Nekat Curi Emas Karena Terlilit Hutang

Selain itu terkait berkas perkara yang mencoreng Korps Bhayangkara masih belum dilimpahkan ke kejaksaan.

"Sampai saat ini kami belum menerima berkas pelimpahan kasus pencurian emas yang dilakukan oknum polisi tersebut dari Polres Tabanan," kata kata Kasi Intelijen Kejari Tabanan Pande Mahaputra saat dikonfirmasi, Jumat 19 Maret 2021. 

Pande Mahaputra menyatakan, pihaknya akan tetap transparan dalam penanganan kasus yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.

Ia berjanji tak akan menutup-nutupi kasus tersebut mengingat dilakukan oleh aparat penegak hukum. 

Yang jelas, kata dia, nanti akan dilakukan sesuai dengan SOP.

Mekanismenya perkara pidana atau tahap II diawali kehadiran penyidik kepolisian dengan membawa tersangka dan barang bukti ke Kantor Kejaksaan.

Jaksa lalu melakukan pengecekan barang bukti dan melengkapi administrasi pelimpahan. Setelah itu tersangka dititipkan di rumah tahanan negara (rutan). 

"Tidak...tidak ada yang ditutupi, nanti pasti akan kami buka ke awak media kasus ini. Apalgi sudah jelas kasusnya, jadi tidak akan kami tutupi," janjinya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia menyatakan berkas kasus oknum polisi Polres Tabanan yang nekat melakukan aksi pencurian emas di Pasar Tabanan masih berada Satreskrim Polres Tabanan belum dilimpahkan.

Pihaknya menyakinkan bahwa kasus ini akan diproses sesuai dengan hukum pidana.

Baca juga: Swela Nekat Curi Emas Orangtua Pacarnya, Mengaku untuk Biaya Pengobatan hingga Pengabenan Sang Ayah

Baca juga: Demi Foya-foya Bareng Kekasih, ABG di Palembang Curi Emas Ibunya Senilai Rp 115 Juta

Barulah kemudian melanjutkan dengan sanksi disiplin secara kedinasan terhadap oknum polisi tersebut.

"Kasusnya masih ditangani Satreskrim dan didalami,” ucapnya.

Disinggung mengenai apakah oknum anggota polisi sudah di tes secara psikologi karena adanya dugaan gangguan kejiwaan mengingat nekat melakukan aksi pencurian secara terang-terangan di Pasar Tabanan, Iptu Subagia menyatakan perkembangan hasil tes psikologi nantinya menyusul.

Karena sejauh pihak Polres Tabanan masih mendalami motif dibalik aksi pencurian.

"Artinya pelaku melakukan itu karena motif apa. Selama ini yang diketahui masalah ekonomi adanya hutang. Apakah ada motif lainnya masih didalami," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Tabanan, AKBP Mariochristy P.S. Siregar akhirnya mengungkapkan bahwa pelaku penxurian cincin emas di Pasar Tabanan adalah seorang anggota polisi yang bertugas di Mapolres Tabanan, Senin 8 Maret 2021.

Pelaku merupakan anggota polisi aktif yang baru dinas selama dua tahun. 

"Iya betul, itu (pelaku pencurian emas) adalah oknum anggota kita di Polres Tabanan. Ia sudah 2 tahun dinas sebagai anggota," kata AKBP Mario saat dijumpai di Mapolres Tabanan, Senin 8 Maret 2021. 

Dia melanjutkan, saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap proses penyidikan atau pendalaman kasus. Yang jelas oknum anggota tersebut akan diproses pidana. 

"Saat ini masih proses sidik dan pasti akan dilakukan proses hukum," tegasnya.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved