Breaking News:

Kesehatan

Mengusik Kesehatan Mental dan Fisik, Inilah 10 Tanda Patah Hati Yang Patut Diwaspadai

Dalam kondisi yang cukup parah, patah hati bisa berdampak negatif pada kesehatan mental sampai fisik.

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Foto ilustrasi putus cinta 

Kehilangan minat pada banyak hal sampai lebih dari dua minggu setelah patah hati dapat menjadi alarm seseorang butuh bantuan profesional kesehatan mental.

6. Terobsesi dengan masa lalu

Putus cinta lalu segera tergerak kembali melanjutkan hidup (move on) memang tidak semudah membalik telapak tangan.

Tapi, waspadai jika seseorang jadi terobsesi dengan masa lalunya setelah patah hati.

Misalkan dengan terus-menerus menguntit (stalking) media sosial mantan atau masa lalunya, ingin balas dendam, atau sampai berniat menghancurkan kehidupan masa lalunya.

7. Tidak Mau memulai hubungan baru lagi

Setelah patah hati, mengawali hubungan baru memang bukan sesuatu yang mudah bagi sebagian orang.

Wajar jika setelah patah hati seseorang ingin lebih dulu menyendiri atau melajang untuk menata hidup.

Tapi, setelah melewati fase berduka, hindari menutup diri secara ekstrem sampai selalu emoh setiap diajak membina hubungan baru.

8. Mencari pelarian tidak sehat

Patah hati tergolong tidak sehat apabila seseorang terus-menerus mencari pelarian negatif setelah mengalami tekanan emosional.

Misalkan dengan makan berlebihan, tidur terus-terusan, minum minuman beralkohol, mengonsumsi narkoba, merokok berlebihan, atau main games nonsetop.

Hal itu bisa jadi ciri-ciri seseorang sedang menyangkal patah hati dengan kegiatan lain untuk menutupi sakit emosionalnya.

9. Susah bahagia lagi

Patah hati juga bisa jadi bencana bagi kesehatan mental apabila seseorang jadi susah bahagia.

Awalnya, orang yang baru patah hati biasanya sedih, terpukul, merasa tidak dihargai, atau sulit melihat segala sesuatu dalam sudut pandang positif.

Hal itu wajar karena tekanan emosional dapat membuat seseorang bisa menghancurkan perasaan seseorang.

Tapi, waspadai jika perasaan negatif dan susah bahagia itu tersebut terus berlarut-larut.

10. Susah tidur berkepanjangan

Susah tidur selama beberapa hari setelah patah hati umumnya wajar.

Terlebih jika seseorang yang patah hati sempat berbagi ranjang dengan sumber tekanan emosionalnya.

Tapi, waspadai jika patah hati membuat seseorang susah tidur berkepanjangan.

Ketika sudah terjadi insomnia berkepanjangan, segera cari pertolongan medis.

Pasalnya, susah tidur dapat merusak kesehatan secara keseluruhan.

Untuk meminimalkan efek negatif patah hati pada kesehatan, coba tetap peduli pada diri sendiri kendati kepala dipenuhi pikiran negatif.

Caranya dengan menjaga pola makan sehat, tetap terhubung dengan orang terdekat dan terpercaya, serta hindari kontak dengan mantan atau biang patah hati.

Jika ada tanda patah hati mengusik kesehatan mental dan fisik, konsultasikan ke dokter.

Terlebih jika masalah ini sampai berlangsung lebih dari empat minggu dan tekanan emosional tak kunjung mereda.

(Kompas.com/Mahardini Nur Afifah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Tanda Patah Hati Mengusik Kesehatan Mental dan Fisik", Klik untuk baca

Editor: I Made Dwi Suputra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved