Breaking News:

Berita Klungkung

UPDATE Kasus Dugaan Penyelewengan di LPD Ped Nusa Penida, Kejari Klungkung Periksa 8 Orang Saksi

" Pengaduan masyarakat terkait LPD Ped, saat ini sudah naik tahap penyidikan di Pidsus (pidana khusus)," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kasi Intel Erfandy Kurnia (kanan), didampingi Kasi Pidsus, Bintarno (kiri) saat ditemui di Kantor Kejari Klungkung, Rabu (31/3/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kasus dugaan penyimpangan di LPD Desa Ped, Nusa Penida, ditindaklanjuti serius oleh Kejaksaan Negeri Klungkung.

Bahkan dugaan kasus tersebut, saat ini sudah masuk tahap penyidikan di Bidang Pidana Khusus (Pidsus).

Ada 8 saksi yang sudah dipanggil oleh kejaksaan, untuk dimintai keterangan.

" Pengaduan masyarakat terkait LPD Ped, saat ini sudah naik tahap penyidikan di Pidsus (pidana khusus)," ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung Erfandy Kurnia, didampingi Kasi Pidsus Kejari Klungkung, Bintarno.

Baca juga: Kejari Klungkung Minta Keterangan 10 Warga, Tindaklanjuti Kasus Laporan Pertanggungjawaban LPD Ped

Ia menjelaskan, dalam rentang dua hari terakhir pihaknya telah memerika 8 saksi terkait kasus dugaan penyelewengan dana di LPD Desa Ped.

Pihak yang diperiksa mulai dari pengurus LPD, pihak prajuru deda adat, hingga pihak lembaga seperti LPLPD (Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa).

" Ada beberapa dugaan pidana yang kami dalami, seperti masalah pesangon, biaya  lain-lain, dan laporan pertanggungjawaban yang tidak dilengkapi bukti dukung," tegasnya.

Menurutnya ada potensi kerugian negara dalam kasus itu.

Mengingat ada penyertaan modal dari Pemprov Bali, saat awal LPD didirikan.

" LPD Ped ini penyertaan modal awalnya Rp17 juta dari Pemprov Bali.  Saat ini aset keseluruhannya sekitar Rp 23 miliar," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved