Berita Buleleng

UPDATE: Orangtua Bayi yang Dibuang di Kloncing Buleleng Menikah, Polisi Pastikan Kasus Tetap Lanjut

Setelah diketahui sebagai hasil hubungan gelap, orangtua dari bayi tersebut akhirnya menikah pada Jumat 2 April 2021.

istimewa
Polisi saat mengevakuasi mayat bayi perempuan yang ditemukan di depan rumah warga Dusun Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, ke RSUD Buleleng, Selasa (23/3/2021). Orangtua Bayi yang Dibuang di Dusun Kloncing Buleleng Menikah, Polisi Pastikan Kasus Tetap Lanjut 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Masih ingat dengan kasus pembuangan bayi di Dusun Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng?

Setelah diketahui sebagai hasil hubungan gelap, orangtua dari bayi tersebut akhirnya menikah pada Jumat 2 April 2021.

Usai menikah, pada malam hari, jenazah bayi itu juga langsung dikuburkan oleh orangtuanya di Setra Banjar Dinas Kloncing.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, kendati Made A (24) selaku ibu dari bayi tersebut, dan Gusti Kade DO (36) selaku ayah bayi itu telah resmi menikah, kasus ini akan tetap berlanjut di meja hukum.

Baca juga: Polisi Mengaku Belum Terima Hasil Autopsi Bayi yang Dibuang di Dusun Kloncing Buleleng

Saat ini penyidik masih menunggu hasil autopsi dari jenazah bayi perempuan itu, untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Kasus akan tetap berjalan. Kami saat ini masih menunggu hasil autopsi dari jenazah bayi itu saja. Untuk mengetahui apakah bayi itu meninggal dunia setelah dibuang,  atau meninggal saat masih di dalam kandungan, atau meninggal sesaat dilahirkan," jelasnya.

Mengingat hasil autopsi hingga saat ini belum diterima, Made A hingga saat ini masih dikenakan wajib lapor.

Hal ini juga mengingat wanita yang masih berstatus mahasiswi itu masih dalam masa nifas.

"Sepanjang kasus ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan Made A masih dikenakan wajib lapor.

Statusnya juga masih sebagai terlapor.

Sementara untuk Gusti Kade DO tidak dikenakan wajib lapor, karena kami belum bisa memastikan sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini," terangnya.

Melihat dari fakta perbuatannya, Made A melahirkan bayi tersebut sendirian di rumahnya.

 Bayi itu kemudian ia buang tepat dirumah milik Gusti Kade DO, dengan tujuan ingin memberi tahukan jika hasil hubungan gelap mereka telah lahir.

"Jika hasil autopsinya sudah jelas bayi ini meninggal karena apa, penyidik akan mempelajari unsur pasal berapa yang cocok disangkakan untuk Made A.

Baca juga: Mayat Bayi Laki-laki Mengapung di Sungai Unda, Sebelumnya Mayat Bayi Perempuan di Buleleng Bali

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved