Breaking News:

Berita Denpasar

Cerita Penjual Tisu di Lampu Merah Denpasar, Dadi: Cari Seribuan Biar Bisa Makan

Komang Dadi bersama empat anaknya bergerilya dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya di kawasan Kota Denpasar sambil membawa tisu maupun masker.

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Satpol PP Kota Denpasar
Komang Dadi saat diamankan Satpol PP Denpasar di lampu merah Tohpati Denpasar, Bali, Minggu 18 April 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komang Dadi bersama empat anaknya bergerilya dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya di kawasan Kota Denpasar sambil membawa tisu maupun masker.

Perempuan asal Munti Gunung, Karangasem ini harus tetap bisa menyambung hidup di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Ia terpaksa berjualan dari lampu merah ke lampu merah lainnya karena tak ingin natak-natak atau menjadi peminta-minta.

Baginya hal ini jauh lebih baik karena tak harus meminta-minta.

Baca juga: Satpol PP Denpasar Ajak Masyarakat Ikut Bantu Amankan Pengamen Maupun Gepeng di Denpasar Bali

Baca juga: Denpasar Masuk Zona Merah, Kasus Aktif Covid-19 Lebih Tinggi dari Kesembuhan

Akan tetapi, nasib baik tak selalu berpihak padanya, karena dirinya harus digelandang ke kantor Satpol PP ketika berjualan di lampu merah Tohpati, Denpasar pada Sabtu, 17 April 2021 kemarin.

Ia pun harus menginap di kantor Satpol PP sembari menunggu proses kepulangannya yang direncanakan Senin, 19 April 2021 esok.

“Saya jualan ini biar bisa makan sama untuk merainan (upacara agama). Saya biasanya jalan kaki dari kos di Batubulan,” katanya saat diwawancarai Minggu, 18 April 2021 di kantor Satpol PP Denpasar.

Sementara, tempat berjualannya yang terjauh adalah di lampu merah di kawasan Jimbaran, Badung dengan menumpang bus.

Baca juga: Taman Inspirasi Muntig Siokan Bisa Menjadi Pilihan Baru Berwisata di Sanur Denpasar

Sebelum memilih menjadi penjual tisu di lampu merah, ia sempat menjadi buruh mencangkul di Songan, Kintamani.

Kemudian awal pandemi ia berdiam diri di rumah selama setahun, untuk kemudian sejak 3 bulan lalu ia merantau untuk berjualan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved