Breaking News:

Berita Denpasar

Istri Melahirkan, Wayan S Cabuli Anak Kandungnya di Denpasar, Hakim Jatuhi Hukuman 14 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengganjar terdakwa I Wayan S (29) dengan pidana penjara selama 14 tahun.

TRIBUNPEKANBARU
ilustrasi pencabulan pada anak di bawah umur - Istri Melahirkan, Wayan S Cabuli Anak Kandungnya di Denpasar, Hakim Jatuhi Hukuman 14 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengganjar terdakwa I Wayan S (29) dengan pidana penjara selama 14 tahun.

Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa asal Bangli ini divonis bersalah, karena tega mencabuli anak kandungnya, inisial PF yang berumur delapan tahun ketika istrinya tengah melahirkan. 

Amar putusan telah dibacakan majelis hakim dalam persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 20 April 2021.

Baca juga: Diduga karena Mercon, Sebuah Gudang Kecil di Denpasar Kebakaran

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar, Tenaga Medis 18.968 Orang dan Lansia 27.112 Orang

Terhadap putusan hakim, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Pusat bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. 

"Saya menerima," ujar Wayan S dari balik layar monitor. Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi putusan majelis hakim. 

Masih dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencabulan.

Terdakwa dijerat Pasal 81 Ayat (2), Ayat (3)  UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Baca juga: 2 Titik Penyekatan Disiapkan Polresta Denpasar Antisipasi Warga Mudik, Jika Melanggar Akan Ditindak

Baca juga: Ops Keselamatan Agung Sudah Digelar Sepekan, Kasatlantas Polresta Denpasar: Belum Ada Kasus Menonjol

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara. Dan denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan," tegas hakim ketua, Putu Ayu Sudariasih. 

Diketahui, terdakwa tega mencabuli anak kandungnya saat istrinya tengah melahirkan.

Awalnya sekitar bulan Mei 2019, terdakwa dan kedua anaknya (anak korban PF dan adiknya) menemani istrinya melahirkan di rumah sakit di Denpasar. 

Baca juga: Tilang ETLE Siap Jalan di Denpasar, Mulai Pasang di Empat Titik, Rencananya Diresmikan Kapolri

Selanjutnya terdakwa mengajak kedua anaknya (anak korban PF dan adiknya) pulang ke rumah kost di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar.

Sesampainya di kost, anak korban (PF) tiduran sedangkan terdakwa menonton film porno.

Sat itu lah terdakwa melakukan aksi bejatnya terhadap anak korban. Perbuatan terdakwa terhadap anak korban dilakukan lebih dari satu kali. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved