Berita Klungkung

Soal Santunan Kematian di Klungkung Kehabisan Anggaran, Bupati Suwirta:Dibayar di Anggaran Perubahan

Kabid Pelayanan Catatan Disdukcapil Klungkung, I Komang Adi Sujaya menjelaskan, santunan kematian mulai diberikan ke warga per bulan November 2020

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menyerahkan santunan ke pihak keluarga dari warga yang meninggal di Klungkung belum lama ini 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta angkat bicara, perihal program santunan kematian yang harus dihentikan sementara karena kehabisan anggaran.

Menurutnya, santunan kematian akan dibayarkan saat anggaran perubahan.

" Santunan kematian akan dibayarkan di anggaran perubahan," ujar Suwirta, Rabu 19 Mei 2021.

Menurut Suwirta, hal ini lantaran anggaran yang disiapkan menggunakan data kematian tahun lalu.

Baca juga: Program Santunan Kematian di Klungkung Dihentikan Sementara Karena Anggaran Habis

Ternyata dengan adanya santunan kematian, membuat kesadaran masyarakat mengurus akta kematian menjadi tinggi.

" Sekali lagi, santunan akan dibayar saat anggaran perubahan," jelasnya.

"Sementara pelayanan pitra bakti tetap berjalan normal," jelasnya

Kabid Pelayanan Catatan Disdukcapil Klungkung, I Komang Adi Sujaya menjelaskan, santunan kematian mulai diberikan ke warga per bulan November 2020.

Santunan kematian dirancang Rp 500 juta dan diberikan kepada warga sebagai "perangsang" agar tertib mengurus akta kematian.

Hanya saja per April 2020, anggaran untuk santunan kematian kian menipis, sampai akhirnya anggaran tersebut akhirnya habis per 29 April 2020.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved