Breaking News:

Berita Bangli

Dewan Bangli Dukung Pengelolaan Kembali Pabrik Kopi Mengani, Dorong Eksekutif Usulkan Hibah Lahan

Setelah sempat berhenti beroperasi, pemerintah Kabupaten Bangli kini berupaya kembali menghidupkan pabrik kopi di Desa Mengani, Kintamani itu.

Tribun Bal/Fredey Mercury
Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Budiada (kiri) dan I Komang Carles (kanan) saat ditemui Kamis (20/5) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Setelah sempat berhenti beroperasi karena tersandung kasus wanprestasi, pemerintah Kabupaten Bangli kini berupaya kembali menghidupkan pabrik kopi di Desa Mengani, Kintamani itu.

Upaya tersebut pun mendapat respon positif dan dukungan dari Dewan Bangli.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles.

Kata dia, kontrak kerja sama antara Perusda BMB Bangli dengan PT Java Qahwa telah diputus secara sepihak. Sedangkan asetnya, telah kembali ke pemerintah daerah.

“Sebelumnya disewakan ke PT Java Qahwa,” ucapnya Kamis 20 Mei 2021.

Mengejutkan, Ular Kopi Muncul di Kebo Iwa Denpasar

Marak Kondom Dengan Aroma Makanan Mie Instan Hingga Kopi Susu Kekinian, Ini Kata Dokter

Suara Musik Bising Mengganggu Tetangga, Pemilik Kedai Kopi di Denpasar Didenda Rp 500 Ribu

Carles mengatakan, pihak perusda memang sudah memiliki rencana.

Namun ia menyarankan agar tim eksekutif, baik bagian ekonomi ataupun umum melakukan kajian dan studi kelayakan sebelum aset tersebut disewakan kembali.

“Harus ada pemaparan. Jangan sampai masuk ke lubang yang sama. Karena harapan kami agar aset ini, pabrik kopi ini, bisa tetap berjalan dan berdaya guna untuk masyarakat,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada menambahkan, pemaparan dilakukan oleh pihak penyewa kepada pemerintah daerah.

Sehingga ada kejelasan siapa penyewa, apa programnya, hingga anggaran yang dimiliki.

“Jangan sampai seperti tiga tahun lalu. Kita sudah berikan bantuan permodalan dengan harapan mampu meningkatkan PAD, namun nyatanya tidak menghasilkan apapun dan malah wanprestasi,” ucapnya.

Selain di Desa Mengani, politisi asal Desa Satra, KIntamani itu mengatakan di wilayahnya juga ada kebun kopi.

Lahan tersebut dikelola oleh pemerintah provinsi. Kondisinya pun mirip seperti di Mengani, yakni tidak lagi aktif.

“Kalau tujuannya ingin memperbanyak dan memperkuat kebun induknya (Kebun kopi), sekalian saja diusulkan untuk dihibahkan pada pemerintah daerah. Katanya sudah empat atau lima kali mengusulkan ke provinsi belum terealisasi. Mumpung sekarang bupatinya baru, lagi hangat, lagi giat bekerja tinggi, dan hubungan bupati dengan gubernur bagus, siapa tahu lahan itu dihibahkan ke Bangli. Toh juga ada di Bangli wilayahnya,” ucap politisi Golkar ini. 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved