Breaking News:

Berita Jembrana

Kisah Setyowati Pedagang Asongan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Ditimpa Pandemi dan Dirayu Sopir

Ditimpa pandemi, ia tetap semangat berjualan untuk menghidupi anak-anaknya walaupun penghasilan yang ia peroleh tidak pasti. 

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Setyowati, merapikan barang dagangan berupa kopi instan di dalam Kapal Penumpang di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sabtu 22 Mei 2021. Setahun pandemi ia berusaha keras tetap berjualan meskipun penghasilan yang ia dapat tidak pasti. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun membuat sejumlah sektor perekonomian terdampak.

Saat ini banyak orang yang sedang berjuang agar tetap mendapatkan penghasilan. 

Tak terkecuali pada salah satu pedagang asongan paruh baya di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Setyowati.

Ditimpa pandemi, ia tetap semangat berjualan untuk menghidupi anak-anaknya walaupun penghasilan yang ia peroleh tidak pasti. 

"Selama pandemi ini tetap berjualan, tapi lihat-lihat dulu kalau kendaraan yang masuk kapal banyak saya ikut kapal. Kalau cuma sedikit saya gak ikut," ungkapnya. 

KISAH Wayan Jaya, Pedagang Asongan yang Jadi Pemandu Wisata Museum Bali, Kini Jualan Batu Akik

Didominasi Anak-Anak, Satpol PP Klungkung Tertibkan Gepeng Berkedok Pedagang Asongan

Ia juga menceritakan pada momen setiap kali mudik lebaran dan arus balik, biasanya ia dan teman-temannya menyambut suka cita sebab di momen itu menjadi berkah untuk mencari rejeki lebih. 

"Kalau dua tahun lalu dan tahun sebelumnya gak ada pandemi senang banget. H-10 lebaran sudah ramai antrian di ketapang dan gilimanuk. Ya alhamdulillah ada saja penghasilan lebih. Kalau sekarang sepi penumpang," tambah, wanita asal Banyuwangi ini. 

Jika dahulu sebelum pandemi pendapatan dalam sehari Setyowati pada hari biasa mencapai Rp 200 ribu rupiah.

Sedangkan pada saat mudik bisa mencapai Rp 500 hingga Rp 600 ribu rupiah. 

"Rata-rata perhari 200 ribu sebelum Covid-19 ya, kalau mudik atau arus balik bisa 500 ribu sehari. Kalau sekarang masa pandemi ini 50 ribu plus modal itu sudah bagus," paparnya. 

Halaman
12
Penulis: Rizal Fanany
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved