Breaking News:

Work From Bali, Menparekraf Ingin Kebijakan Ini Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan kebijakan untuk bekerja dari Bali atau Work From Bali bagi aparatur sipil

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Biro Komunikasi Kemenparekraf
Menparekraf dalam acara weekly press briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 24 Mei 2021. 

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menginginkan kebijakan untuk bekerja dari Bali atau Work From Bali bagi aparatur sipil negara (ASN), tepat manfaat untuk membantu dan memulihkan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Dewata yang terpuruk akibat pandemi. 

Hal ini disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno dalam acara weekly press briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 24 Mei 2021 kemarin sore.

Ia menyampaikan beberapa waktu lalu Kemenparekraf ikut hadir dalam nota kesepahaman antara Kementerian Menko Koordinator dan Investasi (Kemenko Marves) bersama PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan pengelola kawasan Nusa Dua, dan 16 penyedia akomodasi di Nusa Dua. 

Baca juga: Munas Kadin di Bali Juni 2021, Menparekraf Sandiaga Uno: Lebih dari 2.000 Kamar Sudah Dipesan

Menurut Menparekraf, selama ini Bali menjadi primadona pariwisata di Tanah Air sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di sektor pariwisata. 

"Tapi kali ini, Bali perlu uluran tangan kita. Kemenparekraf sudah lebih dahulu melakukan WFB pada kuartal pertama di 2021, kita berharap kebijakan ini bisa tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu untuk mempertahankan perekonomian sektor parekraf di Bali,” katanya. 

Baca juga: Program Work From Bali, Upaya Pemerintah Seimbangkan Antara Pertumbuhan Ekonomi & Pengendalian Covid

Kemudian, Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, terkait Travel Corridor Arrangement (TCA) untuk wisatawan mancanegara harus dipersiapkan dengan matang. 

Oleh karenanya, WFB untuk lingkup di bawah Kemenko Marvest diharapkan bisa menjadi persiapan agar TCA bisa dilaksanakan. 

“Tidak ada alokasi anggaran khusus untuk WFB, masih menggunakan anggaran yang lama sehingga bisa dikelola dengan efisien."

"Realisasi anggaran belanja pemerintah ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali secara bertahap yang tumbuh minus 5,24 persen pada kuartal I dibanding pada kuartal IV tahun 2020,” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno. 

Baca juga: Bhima Yudhistira Prediksi Work from Bali Hanya Berikan Dampak Kecil Terhadap Ekonomi Bali

Seperti diketahui, pada tahun lalu, perekonomian di Bali turun -12 persen dan pada kuartal pertama tahun 2021 masih minus 9 persen. 

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Februari 2021 untuk hotel berbintang di Bali sebesar 8,99 persen atau minus 2,16 poin (m-o-m) dan hotel non bintang 7,70 persen atau plus 1,00 poin (m-o-m). 

“Skema bekerja di Bali hingga saat ini masih dalam tahap untuk dirumuskan."

Baca juga: Dukung Work From Bali, Selama 9 Hari ITDC Genjot Vaksinasi Covid-19

"Tidak hanya ASN, pihak swasta juga diarahkan untuk dapat menggelar kegiatan atau pertemuan di daerah termasuk Bali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," imbuh Menparekraf.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor dengan tingkat multiplier effect yang tinggi. Sehingga dengan kebijakan ini juga diharapkan akan mendongkrak sektor lain seperti transportasi dan lainnya,” sambungnya.(*)

Berita lainnya di Work From Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved