Berita Klungkung

Monitoring Hari Pertama Pelaksanaan PPKM Darurat, Bupati Klungkung: Kami Pahami Psikologi Masyarakat

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Tim Satgas Covid-19 melakukan pemantauan hari pertama PPKM darurat di Kota Semarapura

Ist/Pemkab Klungkung
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Tim Satgas Covid-19 melakukan pemantauan hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Sabtu malam 3 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Tim Satgas Covid-19 melakukan pemantauan hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tempat tempat umum seputaran Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Sabtu 3 Juli 2021 malam. 

Mulai dari Monumen dan lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Pasar Senggol Semarapura, pertokoan di jalan Diponegoro, hingga berpatroli bersama seluruh tim Satgas Covid-19 di sekitar Kecamatan Klungkung. 

Dari pantauan di lapangan, Bupati Suwirta mengakui masyarakat telah memahami terkait penerapan PPKM Darurat.

Di mana toko toko modern di jantung kota Semarapura sudah tutup pada pukul 20.00.

Baca juga: PPKM Darurat Hari Pertama di Klungkung, Beli Makanan Disarankan untuk Bungkus

Sementara di Pasar Senggol Semarapura Bupati Suwirta memberikan kelonggaran untuk tetap buka hingga pukul 22.00, namun dengan catatan pembeli tidak diizinkan makan di lokasi, namun harus dibungkus untuk dibawa pulang.

Hal ini  untuk  menghindari timbulnya keramaian di pasar senggol. 

Para pedagang di pasar senggol dan pedagang kaki lima lainnya diimbau tidak menyediakan tempat duduk pengunjung.

" Kami paham psikologi masyarakat di tengah situasi pandemi ini, namun keselamatan masyarakat adalah yang utama, kami berharap PPKM Darurat tidak berlanjut setelah tanggal 20 nanti. Dalam artian jumlah kasus positif Covid-19 menurun dan selesai setelah pemberlakuan PPKM Darurat ini." ujar Suwirta sembari menutup kegiatan malam itu. 

Baca juga: Ganti Rugi Lahan Eks Galian C di Klungkung, Warga Sepakat Tanahnya Dihargai Rp26,5 Juta per Are

Makanan Dibungkus

Satgas Covid-19 Klungkung menyambangi Pasar Senggol Semarapura, Bali pada Sabtu 3 Juli 2021 malam.

Di hari pertama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Darurat, Satgas secara humanis menjelaskan tujuan dan maksud dari kebijakan Pemerintah Pusat tersebut. 

Satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur Pemda, Kepolisian, TNI dan Kejaksaan tersebut turun ke Pasar Senggol Semarapura, serta komplek pertokoan di seputaran  Jalan Deponogoro, Semarapura.

Selain menjelaskan maksud dari PPKM Darurat, Satgas juga memberikan penjelasan yang humanis tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam beraktivitas selama pandemi.

Baca juga: Pengumuman Rekrutmen CPNS dan PPPK Pemkab Klungkung Akan Dilaksanakan Besok, Ini Formasinya

"PPKM darurat tidak seseram yang dibayangkan. Sama saja seperti sebelumnya, hanya ada pengetatan di beberapa hal saja. Paling penting ada protokol kesehatan tetap dijalankan, seperti menggunakan masker dengan baik dan benar, tidak berkrumun, dan rajin mencuci tangan," ungkap Ketua Satgas Covid-19 Klungkung I Nyoman Suwirta, didampingi Kapolres AKBP Made Dhanuardana, Sabtu 3 Juli 2021 malam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved