Undiksha
Rusun Rp 16,26 Miliar Mahasiswa Undiksha Buleleng Rampung, Lebih Murah dari Kos, Fasilitas Komplet
Ia memaparkan rusun dengan 43 unit hunian tipe 24 ini dapat menampung sebanyak 84 mahasiswa.
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan serah terima pemanfaatan aset berupa satu menara rumah susun (rusun) mahasiswa senilai Rp 16,26 miliar kepada Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali.
"Kami berharap dengan tinggal di rusun para mahasiswa bisa lebih semangat dalam menuntut ilmu di bangku perkuliahan," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam rilis di Jakarta, Rabu 14 Juli 2021.
"Fasilitas yang ada di rusun juga sudah lengkap sehingga mahasiswa tinggal masuk membawa pakaian dan fokus belajar bersama teman-teman," imbuh Khalawi.
Ia memaparkan rusun dengan 43 unit hunian tipe 24 ini dapat menampung sebanyak 84 mahasiswa.
Khalawi menambahkan pembangunan rusun mahasiswa di sejumlah wilayah Indonesia bertujuan antara lain melatih mahasiswa terbiasa hidup di hunian vertikal.
"Ke depan, lahan untuk perumahan semakin terbatas, sehingga pembangunan hunian diarahkan ke hunian vertikal," katanya.
Baca juga: Pasien Covid Tanpa Gejala di Buleleng Meningkat, Satgas Gunakan Asrama Undiksha Jadi Tempat Isolasi
Baca juga: Undiksha Diharapkan Jadi Titik Vaksinasi untuk Publik, Jampel: Kami Siap, Karena Wujud Pengabdian
Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Bali Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV Kementerian PUPR I Wayan Suardana menyatakan, rusun mahasiswa Undiksha dibangun di Jalan Jatayu, Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali.
Rusun setinggi tiga lantai itu, ujar dia, saat ini proses pembangunannya telah selesai.
Ia menuturkan penyerahan aset ini dilakukan karena pembangunan fisik telah rampung, dan rusun juga telah dilengkapi fasilitas sesuai perencanaan.
Diharapkan rusun ini dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan dikelola dengan baik dengan pembentukan tim pengelola oleh Undiksha.
"Pengelola rusun ini harus segera mengurus dokumen serah terima aset dan dapat menjalankan dengan baik kegiatan pemanfaatan rusun, meliputi operasional, pemeliharaan dan perawatan dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku. Pengelola dan penghuni menumbuhkan sikap memiliki rusun ini," ucapnya.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Bali Dihantam Pandemi, Akademisi Undiksha: Momentum Tepat Reorientasi Pariwisata
Baca juga: Mendadak Rektor Undiksha Prof Jampel Minta Dr Aqua Motivasi Sekitar 3.100 Mahasiswa Baru
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Undiksha I Wayan Lasmawan menyatakan pihaknya sudah membentuk tim pengelola.
"Rusun ini sudah ditempati mulai 1 Juli 2021. Penghuni dikenakan biaya operasional setiap tahun yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya kamar kos," ujarnya.
Baca juga: Spesialis Pencuri Kos di Singaraja Ditangkap, 4 Mahasiswa Undiksha Jadi Korban Kerugian Rp 15 Juta
Rusun Unima
Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, sebelumnya juga mengatakan bahwa pihaknya juga sedang membangun satu menara rusun senilai Rp 14,63 miliar untuk Universitas Negeri Manado (Unima), Sulawesi Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rusun-undiksha.jpg)