Breaking News:

Corona di Bali

Rumah Sakit Tabanan Mulai Sosialisasikan Penitipan Jenazah Maksimal 2 Hari

Rumah Sakit di Tabanan mulai melaksanakan sosialisasi mengenai surat pemberitahuan dari Pemprov Bali terkait penitipan jenazah di rumah sakit

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Rumah Sakit di Tabanan mulai melaksanakan sosialisasi mengenai surat pemberitahuan dari Pemprov Bali terkait penitipan jenazah di rumah sakit, Senin 16 Agustus 2021.

Dalam surat tertanggal 14 Agustus 2021 yang ditandatangani oleh Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra ini menegaskan terkait surat PHDI Bali perihal penanganan jenazah umat Hindu dalam kondisi PPKM di Bali.

Dalam surat tersebut tertulis agar seluruh Direktur Rumah Sakit dalam hal ini Rumah Sakit Pemerintah Pusat, RS Provinsi Bali, dan RS Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Swasta untuk melaksanakan surat PHDI yaitu menerima penitipan jenazah krama Bali umat Hindu paling lama 2 hari.

Baca juga: Tabanan Sediakan 536 Bed untuk Pasien OTG dan Gejala Ringan, 4 Lokasi Isoter Sudah Disediakan

Ketentuan tersebut agar diinformasikan/disosialisasikan kepada keluarga sang palatra (yang meninggal).

Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila menjelaskan, sejak menerima pemberitahuan tersebut pihaknya mulai melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Senin 16 Agustus 2021.

Diharapkan kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan lancar ke depannya.

“Sedang kita sosialisasikan, semoga bisa dijalankan. Karena kebijakan ini sangat penting dilakukan di masa saat ini,” ujar dr Susila saat dikonfirmasi.

Baca juga: BRSU Tabanan Mulai Kesulitan Titip Jenazah, Kasus Kematian Tinggi, Kapasitas Hanya 6 Jenazah

Menurut dr Susila, kebijakan ini sangat disetujui sepanjang diminta untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Namun jika mengenai tanggapan masyarakat terkait kebijakan ini dihubungkan dengan dewasa ayu (hari baik) dirinya tak ingin berkomentar lebih jauh.

“Kalau diminta ke protokol kesehatan, saya setuju. Kalau soal dewasa ayu tiang belum berani berkomentar. Yang jelas kita sudah mulai sosialisasi hari ini, untuk respon dari masyarakat terkait kebijakan ini nanti kita lihat jika memang ada kasus kematian,” jelasnya.

Baca juga: Meski Termasuk PPKM Level 2, Disnaker Tabanan Perjuangkan BSU Mengalir ke Tabanan

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved