Breaking News:

Berita Denpasar

Update Kasus Kesalahan Input Data Pasien Covid-19, Polisi Masih Mendalami Kasusnya

Dalam pemeriksaan beberapa pihak terkait, bahkan tersirat kabar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Denpasar diisukan terindikasi bisa menjadi ters

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Karsiani Putri
net/google
Ilustrasi- kasus kesalahan input data pasien Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait kasus kesalahan input data pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal namun faktanya masih hidup, hingga kini masih terus dilakukan perkembangan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan beberapa pihak terkait, bahkan tersirat kabar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Denpasar diisukan terindikasi bisa menjadi tersangka.

Baca juga: Dikatakan Meninggal Faktanya Tidak, Polresta Denpasar Panggil Dinkes, Kadiskes Bali: Human Error

Baca juga: Update Kasus Kesalahan Input Data Pasien Covid-19, Ini Keterangan Kadinkes Kota Denpasar:Human Error

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat menjelaskan kasus salah input data tersebut hingga kini masih dalam pendalaman.

"Masih dalam pendalaman. Masih pemanggilan-pemanggilan terus (saksi atau pihak terkait dalam kasus tersebut)," ujar Kompol Mikael Hutabarat, Rabu 15 September 2021.

Melalui sambungan telepon, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat memastikan belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Untuk sementara waktu, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini.

"Belum, belum (ditetapkan tersangka). Makanya kita masih melakukan penyelidikan, pemeriksaan. Nanti bagaimana perkembangannya, setelah semuanya lengkap baru kita share," ucap Mikael kepada Tribun Bali.

Sementara itu, ia menambahkan untuk saat ini pihaknya belum bisa membeberkan semuanya.

Mikael meminta agar masyarakat sabar dan menunggu, paling tidak sampai penyelidikan dan pemeriksaan kasus ini rampung atau semuanya sudah lengkap.

"Nanti tunggu Kapolres karena perintah Kapolres jangan ada yang dibuka dulu, semua (harus) rampung dulu. Kalau semua sepotong-sepotong nanti di masyarakat gak enak. Berasumsi yang aneh-aneh nanti, dipikir rumah sakit gak beres atau apalah," tambahnya.

Adapun terkait lama penyelidikan dan pemeriksaan, Kompol Mikael Hutabarat menegaskan tergantung dari pihak yang diperiksa.

"Tergantung mereka, kooperatif gak datang, kalau cepet menghasilkan data, ya datang kesini," tegasnya.

Selain itu disinggung mengenai berapa banyak yang diperiksa pihaknya, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat meminta untuk menunggu sampai berkas lengkap.

Baca juga: Meski Bali PPKM Level 3, Polres Badung Tetap Perketat Pos Pengetatan

"Nanti ajalah itu (terkait jumlah yang diperiksa)," pungkasnya kepada Tribun Bali, Rabu 15 September 2021. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved