Kesehatan Mental

Cara Mengatasi Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Simak Penjelasan Dari Psikolog

Perasaan overthinking, insecure dan anxiety atau gangguan kecemasan seringkali menjadi masalah pemicu berbagai kesehatan mental.

freepik
Ilustrasi - Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini 15 Februari 2021, Sagitarius Merasakan Kecemasan 

TRIBUN-BALI.COM - Perasaan overthinking, insecure dan anxiety atau gangguan kecemasan seringkali menjadi masalah pemicu berbagai kesehatan mental. Namun, apakah perasaan ini wajar?

"Ketiga hal itu berbeda, namun memiliki masalah yang saling berkaitan. Semuanya memaksimalkan fungsi berpikir kita," kata psikolog klinis RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Gilberta Permata Mahanani, dalam acara zoom meeting bertajuk Starting Line: Overthinking and Anxiety: Insecurities, Sabtu (23/1/2021).

Istilah overthinking atau berpikir berlebihan merujuk pada proses menganalisis secara terus-menerus.

Biasanya kondisi ini muncul dengan rasa kekhawatiran dan pemikiran obsesif. Sedangkan anxiety adalah kecemasan yang sifatnya masa depan.

Baca juga: Ini 8 Tips untuk Menenangkan Diri Ketika Sedang Overthinking

Bentuk kekhawatiran atau ketakutan pada sesuatu yang belum tentu akan terjadi.

"Misalnya, besok mau reuni, lalu ada teman yang suka bully. Kemudian muncul kepikiran, jangan-jangan dia besok begini aku, dan lain-lain," kata psikolog yang biasa disapa Gilbi ini.

Sementara insecurities adalah perasaan yang berkaitan dengan kepercayaan diri, yang mana ada bentuk perasaan tentang penilaian soal dirinya, ada rasa tidak aman.

Lantas, apakah normal memiliki ketiga perasaan tersebut? "Itu normal, itu natural. Karena kita manusia diciptakan sekompleks itu," kata Gilbi dalam acara yang digagas oleh Seribu Tujuan.

Baca juga: Sakit Perut hingga Ketegangan Otot, Berikut Gejala Yang Timbul Akibat Kecemasan Sosial

Lebih lanjut Gilbi mengatakan bahwa manusia adalah makhluk dengan bentuk otak yang paling sempurna. Dia menjelaskan berdasarkan tingkatan fungsi otak pada reptil hanya dirancang untuk survive, sehingga tidak punya empati.

Selanjutnya, otak pada mamalia, lebih memiliki emosi dan empati. Misalnya, hewan peliharaan kita seperti anjing atau kucing.

"Manusia, fungsi otaknya lebih kompleks, kita punya 'planning' perencanaan. Tapi masalahnya, kecanggihan prosesor otak kita kadang salah, jadi sangat wajar untuk muncul perasaan-perasaan seperti anxiety, insecure dan lain sebagainya," jelas Gilbi.

Kendati demikian, perasaan-perasaan ini pada akhirnya tidak selalu buruk, jika dapat diatasi dengan baik. Bahkan, bisa memberi motivasi bagi diri kita.

Lantas, bagaimana cara mengatasi perasaan overthinking, anxiety maupun insecurity?

Gilbi menjelaskan bahwa ada tiga hal yang perlu diketahui bahwa perasaan-perasaan tersebut bisa jadi disebabkan oleh penolakan, kegagalan atau perfectionism, menuntut diri untuk menjadi sempurna.

Baca juga: 5 Tanda-tanda Seseorang Kekurangan Vitamin D: Kelelahan, Kram, Nyeri Tulang, hingga Depresi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved