Berita Badung

Virus ASF Mereda, Populasi Babi di Badung Mulai Meningkat

Peningkatan populasi babi di Badung lantaran dilakukan peternak babi melakukan restocking untuk menjaga populasi babi

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Dokumen Tribun Bali
Salah satu peternak Babi di Badung saat membersihkan kandangnya 

Pihaknya mengatakan kasus babi mati menurun terjadi pada Maret 2020. Namun saat itu dirinya mengaku tetap melakukan edukasi agar virus tersebut tidak menyebar lebih luas lagi.

Selain itu pula juga memberi petunjuk penanganan bangkai babi agar tidak mencemari lingkungan.

"Saat itu sampai sekarang kita gencarkan peternak untuk menerapkan biosecurity seperti menjaga lalu lintas orang, memantau dan menjaga lalu lintas barang dan hewan. Sehingga virus tidak mudah masuk ke dalam kandang. Bahkan sesekali melakukan penyemprotan pembersihan kandang," tegasnya.

Mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung itu mengatakan di kabupaten Badung yang sudah terdata ada sekitar  sekitar 160 peternak Babi.

Sehingga beberapa peternak babi tersebut di pastikan akan mampu meningkatkan populasi.

Selain itu, Wijaya menjelaskan di kabupaten Badung juga terdapat puluhan sentra ternak babi yang tersebar di wilayah kecamatan Mengwi dan Abiansemal.

Dirinya mencatat ada 30 setra ternak di wilayah tersebut, dengan rincian 14 di wilayah Mengwi dan 16 di wilayah Abiansemal.

"Kalau sentra ternak  jumlah pemeliharaannya sebanyak 100 ekor lebih. Bahkan mereka ini baru kembali lagi beternak, sehingga stok juga terbatas. Dulu kan peternak kita was-was memelihara babi kembali, pasca virus yang mengakibatkan babi banyak mati itu," katanya.

Dirinya mengatakan beberapa peternak di Badung sudah melakukan restocking dari awal tahun 2021.

Baca juga: Sempat Vakum, Babi Guling Legend Dong Keplus Gianyar Bangkit Lagi, Buka di Malam Hari

Hanya saja untuk babi yang siap potong jumlahnya tidak banyak jika dibandingkan dengan sebelum adanya virus. Hal itu pula yang mengakibatkan harga Babi kini masih tinggi.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, di Badung sempat digegerkan dengan kasus kematian babi yang tinggi.

Ribuan babi mulai indukan dan anakan mati secara tiba-tiba. Bahkan disinyalir kematian babi tersebut karena adanya Virus ASF. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved