Tips Kesehatan
Tanda-tanda Darah Tinggi Naik, Serta Cara Menurunkannya
Orang disebut memiliki hipertensi atau penyakit darah tinggi apabila hasil pengukuran sistoliknya dua hari berturut-turut 140 mmHg atau lebih.
TRIBUN-BALI.COM - Penyakit darah tinggi adalah masalah kesehatan ketika tekanan sirkulasi darah pada dinding pembuluh darah utama arteri terlalu tinggi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tekanan darah diukur dalam dua angka, yakni angka pertama sistolik dan angka kedua diastolik.
Angka sistolik menunjukkan tekanan pembuluh darah saat berdenyut, sedangkan angka diastolik menggambarkan tekanan pembuluh darah saat istirahat.
Orang disebut memiliki hipertensi atau penyakit darah tinggi apabila hasil pengukuran sistoliknya dua hari berturut-turut 140 mmHg atau lebih, atau hasil pengkururan diastoliknya dua berturut-turut 90 mmHg atau lebih.
Baca juga: Kenali Ciri-ciri Darah Tinggi Naik yang Perlu Diwaspadai Hingga Cara Menurunkan Darah Tinggi
Ciri-ciri darah tinggi naik
Banyak orang tidak sadar memiliki penyakit darah tinggi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain.
Ciri-ciri darah tinggi naik yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Sakit kepala, terutama di pagi hari
- Mimisan
- Detak jantung tidak teratur
- Merasakan gangguan penglihatan
- Telinga berdengung
- Badan terasa lelah
- Mual
- Muntah
- Bingung
- Kecemasan
- Nyeri dada
- Otot tremor
Perlu diingat, beberapa gejala darah tinggi di atas baru muncul ketika tekanan darah tinggi sudah sangat parah atau orang mengalami krisis hipertensi.
Untuk itu, Anda tidak bisa hanya mengandalkan ciri-ciri darah tinggi naik di atas untuk mengidentifikasi penyakit ini.
Baca juga: Darah Tinggi bisa Jadi Risiko Penyakit Ginjal, Cegah dengan Kurangi Konsumsi 5 Makanan Ini
Penyakit darah tinggi paling akurat dideteksi dengan alat pengukur tekanan darah. Apabila hasil tekanan darah di atas normal selama dua hari berturut-turut, ada baiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter untuk mengontrol penyakit.
Bahaya darah tinggi
Penyakit darah tinggi membutuhkan perawatan medis seumur hidup agar masalah kesehatan ini terkontrol.
Apabila tidak dikelola dengan tepat, bahaya darah tinggi bisa menyebabkan:
- Pembuluh darah arteri mengeras
- Aliran darah dan oksigen berkurang
- Nyeri dada atau angina
- Serangan jantung ketika asupan darah ke jantung tersumbat dan kekurangan oksigen
- Gagal jantung apabila jantung tidak mampu memompa darah secara optimal
- Stroke ketika arteri yang memasok darah dan oksigen ke otak pecah atau tersumbat
- Gagal ginjal
Mengingat beberapa bahayanya, penting bagi setiap pengidap darah tinggi untuk mengontrol penyakitnya.
Baca juga: Turunkan Darah Tinggi Anda Dengan 5 Jenis Sayur Ini
Cara menurunkan darah tinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tekanan-darah-tinggi_20180101_201725.jpg)