Breaking News:

Berita Klungkung

Dua Tersangka Korupsi Penjualan Air Tangki di Nusa Penida Dibui

penahanan terhadap tersangka dugaan perkara tindak pidana korupsi Penjualan Air Tangki  Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida, IKN dan IKS.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Noviana Windri
Ist/Cabjari Nusa Penida
Tersangka dugaan perkara tindak pidana korupsi Penjualan Air Tangki Perumda Tirta Mahottama, saat akan ditahan di Rutan Polsek Nusa Penida, Jumat (5/11). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan perkara tindak pidana korupsi Penjualan Air Tangki  Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida, IKN dan IKS.

Kedua tersangka ditahan setelah keluarnya hasil audit kerugian negara dari Inspektorat Klungkung, serta berkas perkaranya dinyatakan lengkap.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra menjelaskan, penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan, Jumat (5/11).

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, jaksa memutuskan menahan tersangka IKN dan IKS.

Sebelum ditahan, keduanya dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim dokter RSUD Gema Santhi Nusa penida, dan mereka dinyatakan sehat.

Baca juga: Dua Pengurus LPD Desa Adat Tuwed Ditahan Kejari Jembrana Terkait Dugaan Kasus Korupsi

Baca juga: Perbekel Tianyar Barat Terancam 8 Tahun, Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 4,5 Miliar di Karangasem

"Keduanya ditahan di Rutan Polsek Nusa Penida untuk 20 hari kedepan, sambil menunggu proses pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor Denpasar," ujar Putu Gede Darmawan Hadi Seputra, Jumat (5/11).

Selain penahanan, juga dilakukan penyitaan barang bukti terkait kasus tersebut.

Hanya saja barang bukti berupa 1 unit truck tangki, beserta 3 unit komputer dan 3 unit printer dipinjam pakaikan ke Perumda Tirta Mahottama unit Nusa Penida

"Barang bukti satu unit truk tangki kami pinjampakaikan kepada pihak Perumda Tirta Mahottana Unit Nusa Penida, agar tidak mengganggu operasional pengiriman air kepada masyarakat," jelas Putu Gede Darmawan Hadi Seputra.

Demikian halnya komputer dan printer yang dipergunakan untuk melayani kepentingan masyarakat baik dalam proses pembelian air maupun bagi masyarakat para pelanggan watermeter.

Sementara kedua tersangka yakni IKN dan IKS sebelumnya sudah mengajukan surat pemunduran diri sebagai pegawai Perumda Tirta Mahottama Unit Nusa Penida.

Hal ini diakui oleh Dirut Perumda Tirta Mahottama Klungkung  I Nyoman Renin.

Baca juga: Perkara Dugaan Korupsi Bedah Rumah di Karangasem, Perbekel Tianyar Barat Dituntut 8 Tahun Penjara

Baca juga: Jalani Isolasi di Lapas Kerobokan, Sidang Korupsi Eks Kadisbud Kota Denpasar Bagus Mataram Ditunda

Menurutnya dua pegawainya itu telah mengajukan surat pengunduran diri.

Alasanya karena keduanya menyandang status sebagai tersangka, dalam dugaan korupsi penjualan air tangki di Nusa Penida.

Diberitakan sebelumnya, oknum pegawai Perumda Tirta Mahottama Cabang Nusa Penida, IKN dan IKS ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan air tangki.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah jaksa mengklaim sudah memiliki dua alat bukti yang cukup.

Dari hasil penyidikan, kedua tersangka diduga tidak menyetorkan keseluruhan uang hasil penjualan air tangki itu ke kas Perumda Tirta Mahottama dari periode Mei 2018 sampai dengan September 2019. 

Selain itu kedua tersangka juga diduga mencetak kwitansi diluar sistem yang ditentukan PDAM Klungkung.

Saat ini pihak Cabjari Nusa Penida masih menunggu hasil audit kerugian negara, dari Inspektorat Klungkung. (Mit)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved