Tips Kesehatan
Anak Hiperaktif Bukan Berarti Bandel, Kenali ADHD dan Gejalanya pada Anak
Kebanyakan orangtua mengira tingkah anak yang terlampau aktif adalah wajar, terkadang juga anak-anak jadi dicap bandel atau bodoh.
Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
Beberapa perilaku secara umum bisa diasosiasikan dengan kondisi ADHD, seperti:
- Bermasalah dalam fokus dan konsentrasi saat mengerjakan tugas
- Sering lupa menyelesaikan tugas
- Gampang terdistraksi, perhatian mudah teralihkan
- Seringkali menginterupsi seseorang saat sedang bicara
Baca juga: Mengenal Depresi, Penyakit Mental yang Dapat Memengaruhi Perasaan, Cara Berpikir, dan Bertindak
Gejala dan tanda-tanda bisa lebih spesifik lagi tergantung aspek ADHDnya seperti hiperaktif-impulsif, dan gangguan fokus (inatentif).
Orang yang mengalami hiperaktivitas dan impulsivitas bisa mengalami:
- Kesulitan duduk diam, contohnya di kelas
- Kesulitan untuk bermain atau mengerjakan tugas dengan tenang
- Banyak bicara
- Sulit untuk menunggu, contohnya menunggu giliran
- Menginterupsi orang lain saat sedang bicara, bermain, atau bekerja
Baca juga: Toxic Parent Berbahaya Bagi Kesehatan Mental Anak, Berikut Penjelasannya
Orang yang mengalami gangguan fokus (inatentif) bisa mengalami:
- Sering melakukan kesalahan dan tidak memperhatikan detail saat mengerjakan tugas atau belajar
- Sulit fokus saat untuk memperhatikan sesuatu seperti penjelasan guru/dosen, membaca, atau saat berkomunikasi (sulit fokus pada topik pembicaraan).
- Sulit mengatur pekerjaan harian
- Sering kehilangan barang
- Gampang terdistraksi hal-hal kecil di sekitar
Jika orang dewasa atau anak-anak mengidap ADHD, mereka akan mengalami beberapa gejala di atas.
Gejala-gejala tersebut bisa berbeda tergantung jenis ADHD yang dialami.
Baca juga: Kenali 4 Gejala Burnout Pekerjaan, Gejala Fisik sampai Stress
Jenis-jenis ADHD
1. Dominan hiperaktif-impulsif
Tipe ADHD ini menunjukan perilaku hiperaktif dan kompulsif seperti:
- Fidgeting, yaitu perilaku tidak bisa diam seperti menggerakkan anggota tubuh/melakukan sesuatu secara berulang-ulang seperti menggerakan kaki, mengetukkan jari, memainkan pulpen, dan sebagainya.
- Menginterupsi orang saat sedang bicara
- Dan tidak sabaran menunggu giliran
Walaupun gangguan fokus bukan gejala utama ADHD tipe ini, orang dengan hiperaktif-kompulsif tetap memiliki kesulitan fokus dalam mengerjakan tugas.
Baca juga: Sadari 5 Gejala Awal Depresi, dari Tidak Nafsu Makan hingga Menarik Diri
2. Dominan inatentif
Seperti namanya, pengidap ADHD inatentif memiliki kesulitan ekstrim dalam hal fokus, menyelesaikan tugas, dan mengikuti arahan.
Ahli mengatakan bahwa banyak anak-anak pengidap ADHD inatentif tidak menerima diagnosa yang tepat.
Hal ini dikarenakan anak-anak ADHD inatentif terkadang tidak terlihat mengganggu jalannya kelas, kebanyakan anak-anak perempuan.
3. Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sadari-adhd-pada-anak.jpg)