Tips Kesehatan
Anak Hiperaktif Bukan Berarti Bandel, Kenali ADHD dan Gejalanya pada Anak
Kebanyakan orangtua mengira tingkah anak yang terlampau aktif adalah wajar, terkadang juga anak-anak jadi dicap bandel atau bodoh.
Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
TRIBUN-BALI.COM – Hai, Tribunners! Akrabkah anda dengan kata ‘hiperaktif’?
Hiperaktif adalah istilah yang kita berikan bagi seseorang, atau lebih seringnya anak-anak yang terlampau aktif tidak melihat waktu, situasi, dan kondisi sekitar.
Melihat anak kecil cerdas dan aktif memang menyenangkan bagi banyak orang terlebih lagi orangtuanya.
Tetapi berbeda jika anak tersebut hiperaktif, yang ada tidak hanya orang tua namun orang-orang di sekitar bisa jadi kewalahan.
Ternyata perilaku hiperaktif seseorang bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan mental yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Kebanyakan orangtua mengira tingkah anak yang terlampau aktif adalah wajar, terkadang juga anak-anak jadi dicap nakal/bandel.
Kondisi ADHD bisa dideteksi dini, dengan begitu anak atau orang dewasa pengidap ADHD bisa melakukan tindakan manajemen gejala ADHD.
Mari mengenal ADHD lebih dekat agar kita lebih menyadari apabila ada orang-orang terdekat yang mengidapnya.
Baca juga: Bagai Bom Waktu bagi Masalah Kesehatan, Waspadai Obesitas pada Anak dan Kenali Penyebabnya
Apa itu ADHD?
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi kesehatan mental yang dapat menyebabkan perilaku hiperaktif dan impulsif yang tidak wajar.
Orang dengan ADHD memiliki masalah memfokuskan perhatian untuk mengerjakan satu hal atau duduk diam dalam waktu yang lama.
Banyak orang juga mengalami distraksi dan kadar energi yang berubah-ubah.
Hal ini dapat berpengaruh secara signifikan dalam kehidupan seseorang baik di rumah, sekolah, atau tempat kerja.
Anak-anak dan orang dewasa dapat mengidap ADHD.
Baca juga: Tips Melatih Konsentrasi Anak yang Sulit Fokus Belajar, Salah Satunya Dengan Pendekatan Personal
Gejala ADHD
Beberapa perilaku secara umum bisa diasosiasikan dengan kondisi ADHD, seperti:
- Bermasalah dalam fokus dan konsentrasi saat mengerjakan tugas
- Sering lupa menyelesaikan tugas
- Gampang terdistraksi, perhatian mudah teralihkan
- Seringkali menginterupsi seseorang saat sedang bicara
Baca juga: Mengenal Depresi, Penyakit Mental yang Dapat Memengaruhi Perasaan, Cara Berpikir, dan Bertindak
Gejala dan tanda-tanda bisa lebih spesifik lagi tergantung aspek ADHDnya seperti hiperaktif-impulsif, dan gangguan fokus (inatentif).
Orang yang mengalami hiperaktivitas dan impulsivitas bisa mengalami:
- Kesulitan duduk diam, contohnya di kelas
- Kesulitan untuk bermain atau mengerjakan tugas dengan tenang
- Banyak bicara
- Sulit untuk menunggu, contohnya menunggu giliran
- Menginterupsi orang lain saat sedang bicara, bermain, atau bekerja
Baca juga: Toxic Parent Berbahaya Bagi Kesehatan Mental Anak, Berikut Penjelasannya
Orang yang mengalami gangguan fokus (inatentif) bisa mengalami:
- Sering melakukan kesalahan dan tidak memperhatikan detail saat mengerjakan tugas atau belajar
- Sulit fokus saat untuk memperhatikan sesuatu seperti penjelasan guru/dosen, membaca, atau saat berkomunikasi (sulit fokus pada topik pembicaraan).
- Sulit mengatur pekerjaan harian
- Sering kehilangan barang
- Gampang terdistraksi hal-hal kecil di sekitar
Jika orang dewasa atau anak-anak mengidap ADHD, mereka akan mengalami beberapa gejala di atas.
Gejala-gejala tersebut bisa berbeda tergantung jenis ADHD yang dialami.
Baca juga: Kenali 4 Gejala Burnout Pekerjaan, Gejala Fisik sampai Stress
Jenis-jenis ADHD
1. Dominan hiperaktif-impulsif
Tipe ADHD ini menunjukan perilaku hiperaktif dan kompulsif seperti:
- Fidgeting, yaitu perilaku tidak bisa diam seperti menggerakkan anggota tubuh/melakukan sesuatu secara berulang-ulang seperti menggerakan kaki, mengetukkan jari, memainkan pulpen, dan sebagainya.
- Menginterupsi orang saat sedang bicara
- Dan tidak sabaran menunggu giliran
Walaupun gangguan fokus bukan gejala utama ADHD tipe ini, orang dengan hiperaktif-kompulsif tetap memiliki kesulitan fokus dalam mengerjakan tugas.
Baca juga: Sadari 5 Gejala Awal Depresi, dari Tidak Nafsu Makan hingga Menarik Diri
2. Dominan inatentif
Seperti namanya, pengidap ADHD inatentif memiliki kesulitan ekstrim dalam hal fokus, menyelesaikan tugas, dan mengikuti arahan.
Ahli mengatakan bahwa banyak anak-anak pengidap ADHD inatentif tidak menerima diagnosa yang tepat.
Hal ini dikarenakan anak-anak ADHD inatentif terkadang tidak terlihat mengganggu jalannya kelas, kebanyakan anak-anak perempuan.
3. Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif
Kombinasi hiperaktif-kompulsif dan inatentif adalah jenis ADHD paling umum.
Tipe ini menunjukkan kombinasi gejala dan tanda-tanda dari kedua jenis ADHD.
Terapi atau pengobatan ADHD pada anak-anak disesuaikan dengan jenis ADHDnya.
Baca juga: Rasa Lesu Hingga Nyeri Tubuh, Inilah 5 Gejala Anda Mengalami Depresi dan Harus Mencari Pertolongan
Bagaimana, Tribunners? Apabila anak anda terlihat terlampau aktif atau sulit fokus, jangan menganggap hal itu sebagai kewajaran apalagi sampai menganggap anak-anak bandel dan bodoh.
Segera konsultasikan pada dokter anak atau psikolog mengenai kondisi ini.
Pencegahan dan pengobatan ADHD memang belum bisa dilakukan, namun penanganan yang tepat dapat membantu anak-anak mengontrol gejala yang mereka alami.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sadari-adhd-pada-anak.jpg)