Breaking News:

Kasus Dugaan Suap DID Tabanan 2018

DID 2018 Tabanan Menyebar ke 19 OPD, Pejabat Tabanan Masih Bungkam

Para pejabat Pemkab Tabanan hingga kini masih bungkam ketika dikonfirmasi mengenai kasus dugaan suap oleh Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastut

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kepala Bapelitbang Tabanan, I Gede Urip Gunawan saat no commet ketika dimintai keterangan mengenai ihwal pengusulan DID ke daerah di depan kantornya, Senin 15 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Para pejabat Pemkab Tabanan hingga kini masih bungkam ketika dikonfirmasi mengenai kasus dugaan suap oleh Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti terkait kucuran DID 2018 senilai Rp51 Miliar dari Pemerintah Pusat.

Rata-rata paraa pejabat yang sebelumnya juga diperiksa KPK sebagai saksi memilih untuk "no comment".

Namun, menurut data yang diperoleh dari sumber terpercaya, Dana Insentif Daerah (DID) Tahun 2018 lalu tersebut tersebar ke 19 OPD yang ada di Lingkungan Pemkab Tabanan.

Dana DID senilai Rp 51 Miliar tersebut ternyata mengalir ke 19 OPD.

Rinciannya adalah Bakeuda, Bapelitbang, BKPSDM, DPMPPTSP, Dinsos, Dinas Pendidikan, Diskominfo, Dinas Perhubungan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker). 

Baca juga: Eka Wiryastuti Dikabarkan Jadi Tersangka Suap DID Tabanan, Begini Tanggapan PDIP Bali

Kemudian ada Dinas PUPRPKP, Inspektorat, Dinas Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perpustakaan dan Arsip (Persip), Dinas Pertanian, Satpol PP, Sekretariat Daerah dan terakhir Sekretariat DPRD.

Disinggung mengenai bagaimana mekanisme pengajuan dan peroleh DID ke Kabupaten Tabanan atau daerah lainnya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Tabanan, I Gede Urip Gunawan tak memberikan komentar banyak.

Bahkan dirinya mengatakaan bahwa untuk mekanismenya tidak dari Bapelitbang.

"Malah tak ada di sini (Bapelitbang) ngomongin untuk ke mana saja, hanya ngomongin jumlah anggarannya saja. Gak di sini (perencanaannya). Dari sisi perencanaannya kan kita hanya nyebut uangnya, kemananya kan gak," kata Urip saat dikonfirmasi di depan kantornya, Senin 15 November 2021.

Baca juga: KPK Usut Persetujuan Mantan Bupati Tabanan, Kasus Dugaan Suap DID Tahun 2018

Disinggung mengenai anggaran DID 2018 senilai Rp 51 Miliar ini ke OPD mana saja, Urip mengaku tak mengetahuinya.

Sebab, dari sisi perencanannya, kata dia, pihak di Bapelitbang saat ini tidak terlibat dalam pengusulan DID.

Mengingat, untuk memperoleh Dana Insentif Daerah itu tidak melalui dengan melakukan pengusulan.

"Wah saya belum di sini waktu itu (2018). Intinya saya no comment ya," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved