Berita Karangasem
Penerbangan ke Bali Telah Dibuka Sejak 14 Oktober, PHRI Karangasem Sebut Kunjungan Wisman Masih Zonk
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Karangasem setelah dibukanya penerbangan ke Provinsi Bali masih nihil.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Kunjungan wisatawan mancanegara ke Karangasem setelah dibukanya penerbangan ke Provinsi Bali masih nihil.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Cabang Kabupaten Karangasem, Wayan Kariasa, Kamis, 18 November 2021.
Baca juga: SKB CPNS Karangasem Digelar 28 November 2021 Mendatang, Akan Diikuti Sekitar 303 Orang
Baca juga: UPT Samsat di Karangasem Rancang Inovasi untuk Kejar Target Pajak Kendaraan
Hampir semua pengelola hotel dan restaurant di Kabupaten Karangasem mengeluh.
Wisatawan mancanegara yang melakukan booking hotel jelang Natal dan Tahun Baru belum ada.
Kemungkinan mereka belum bisa datang ke Bali karena persyaratan dan aturan yang ditentukan pemerintah.
Baca juga: ASITA Bali Usul Perubahan Aturan Wisman Masuk Pulau Dewata, Sambut Libur Summer 2022
Baca juga: Atap Hunian Sementara Korban Gempa Bumi di Desa Ban Karangasem Diganti Dengan Seng
"Kunjungan wisatawan mancanegara masih zonk. Belum ada yang ke Karangasem," kata Wayan Kariasa, Kamis, 18 November 2021.
Pengelola Hotel serta Restaurant di Kabupaten Karangasem sudah menunggu kunjungan wisatawan mancanegara yang dominasi kunjungan sebelum pandemi Covid-19.
Para pengelola Hotel dan Restaurant menyayangkan.
Sejak dibuka, 14 Oktober, kunjungan wisman belum ada.
Hampir dua tahun pariwisata di Bali mati suri.
Apalagi sebagian besar warga mengandalkan pendapatan dari pariwisata.
Pihaknya berharap kondisi kembali normal seperti dulu.
Baca juga: Kalah dari Pasangan Non-Unggulan, Pelatih Ganda Campuran Murka Lihat Performa Praveen/Melati
Baca juga: Bumdes dan Kantor Desa Besan Digeledah, Kejari Klungkung Akan Panggil 7 Saksi
Pelaku pariwisata berharap pemerintah kembali mengkaji penangganan pandemi Covid- 19.
Sehingga pelaku pariwisata, dan wisatawan yang hendak berkunjung bisa diuntungkan.
Kemungkinan beberapa wisatawan memilih berkunjung ke negara lain yang peraturan tidak terlalu ketat.
Baca juga: Mahaguru Pariwisata Prof Richard Butler hingga Wagub Bali Bicara Soal Pariwisata di Konferensi UNUD
"Semoga kondisi kembali normal. Sebelum pandemi Covid- 19, menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, bookingan bisa mencapai angka 50 - 60 persen. Sekarang tak sampai 5 persen," tambah Wayan Kariasa, pria asli Kecamatan Sidemen.
(*)