Breaking News:

Berita Tabanan

Kasus Lakalantas di 2021 Menurun, PPKM Level IV Efektif Bantu Tekan Angka Kecelakaaan

Kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten Tabanan memang selalu tinggi setiap tahunnya. Namun, semenjak pandemi Covid 19 melanda kasus kecelakaan cende

istimewa/polres tabanan
Petugas melakukan olah TKP di tempat kejadian lakalantas di Jalan Umum jurusan Penebel-Senganan, Bamjar Dinas Ubung, Desa/Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat 30 April siang. 

TABANAN, TRIBUN BALI – Kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten Tabanan memang selalu tinggi setiap tahunnya. Namun, semenjak pandemi Covid 19 melanda kasus kecelakaan cenderung menurun namun angka kematian akibat lakalantas cenderung masih tinggi.

Tercatat, di tahun 2021 ini ada 33 kasus kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban jiwa.

Menurut data yang berhasil diperoleh, kasus kecelakaan di tahun 2021 ini mengalami penurunan dibanding tahun 2020 lalu.

Tahun 2021, ada 33 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia kemudian dua orang mengalami luka berat dan juga 209 orang luka ringan. Sedangkan di tahun 2020 lalu, tercatat ada 51 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan dan 156 orang mengalami luka ringan.

"Tahun ini tentunya mengalami penurunan dibanding 2020 lalu. Itu disebabkan oleh beberapa faktor termasuk pelaksanaan PPKM yang membatasi kegiatan masyarakat. Itu cukup efektif menekan angka lakalantas di Tabanan," ungkap Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata.

Menurut AKP Kanisius, salah satu faktor yang menyebabkan turunnya angka lakalantas di Kabupaten Tabanan yang dikenal sebagai jalur tengkorak ini adalah penetapan PPKM atau pembatasan kegiatan masyarakat.

"Jadi dari awal 2021 ini kan ada PPKM sampai beberapa level. Itu yang menyebabkan mobilitas masyarakat berkurang sehingga juga membantu menekan angka Lakalantas di Tabanan," ungkapnya.

Namun, kata dia, kemungkinan setelah diterapkan sejumlah kelonggaran ini akan mengakibatkan naiknya kasus lakalantas lagi. Mengingat mobilitas masyarakat sudah mulai ramai lagi seperti biasa.

"Saat penerapan PPKM Level 3 dan 4 itu kasus sangat jauh menurun. Tapi saat penerapan PPKM level dua, dari situ mulai meningkat lagi. Karena aktivitas masyarakat, mobilitas masyarakat, juga mulai meningkat lagi. Tetapi secara keseluruhan, catatan kami sepanjang 2021, jumlah kecelakaan lalu lintas lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya," jelasnya.

Beberapa Pakai Masker, Tapi Lupa Pakai Helm

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat dari Kabupaten Tabanan atau yang melintas di jalur Kabupaten Tabanan agar tetap mematuhi tata tertib lalulintas. Selain itu juga diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran Covid 19 ini.

Sebab, sejauh ini ada beberapa pengendara yang justru menggunakan masker namun lupa menggunakan helm SNI. Ini tentunya berbahaya bagi pengendara tersebut dan mungkin juga pengendara lainnya. Sehingga tata tertib lalulintas dan juga protokol kesehatan harus berbarengan.

"Jika di lapangan ada juga yang saat itu menerapkan prokes seperti memakai masker tapi lupa menggunakan helm. Itu kan sama saja membahayakan karena berhubungan dengan keselamatan. Kami imbau agar prokes dan tata tertib lalulintas ini dilakukan secara bersamaan agar aman," imbau AKP Kanisius.(*)

Baca juga: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Sabtu 1 Januari 2022, Scorpio Sakit Kaki dan Stres, Aries Nyeri Bahu

Baca juga: 20 Sekolah Terdampak Gempa di Karangasem Dapat Bantuan Dari Kemendikbud

Baca juga: Tahun 2022, BNN Provinsi Bali Tingkatkan Upaya Pencegahan & Rehabilitasi Kasus Narkoba

Berita Tabanan Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved