Berita Bali

Cair Mulai Januari 2022, Ketua Komisi II DPRD Bali Minta Insentif Bendesa dan Perbekel Berkelanjutan

Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi menyambut baik adanya pemberian insentif tersebut.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Para Perbekel dan Bendesa Adat se-Bali akhirnya dapat tersenyum lebar.

Pasalnya, insentif kepada keduanya telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai bulan ini.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi menyambut baik adanya pemberian insentif tersebut.

Menurutnya, hal ini sebagai bagian dari niat baik Gubernur Bali, Wayan Koster untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca juga: Apresiasi Capaian Pemprov Bali, DPRD Usulkan Insentif untuk Perangkat Desa

"Untuk pembayaran insentif ini jelas, dan tidak mengurangi niat baik pemerintah atau pemimpin untuk mensejahterahkan rakyatnya," jelas dia, Minggu 23 Januari 2022.

Menurut dia, program yang dibuat Gubernur Bali, Wayan Koster tersebut sudah tepat.

Sehingga, pihaknya berharap agar program tersebut agar berjalan secara berkelanjutan.

"Program ini bagus, nanti akan berkembang. Kalau keuangan kita nanti bagus baru bisa capai selain kades dan bendesa," imbuhnya.

Seperti diketahui, setiap bulan, Pemprov Bali memberikan insentif kepada dua jabatan tersebut dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Untuk perbekel mendapat insentif sebesar Rp 1,5 juta per bulan dan bendesa sebesar Rp 2,5 juta per bulan.

Bahkan, sebanyak Rp 11,4 miliar disiapkan oleh Pemprov Bali  dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2022.

Di sisi lain, anggaran insentif bendesa adat sudah dialokasikan juga dalam Bantuan Operasional Desa Adat, sebagian dari total anggaran Desa Adat sebesar Rp 300 juta untuk masing-masing desa adat.

Dia menambahkan pemberian insentif itu sebagai bentuk perhatian pemerintah.

Termasuk penghargaan kepada pemimpin di tingkat desa di Bali agar bekerja kembali dengan lebih baik lagi.

Baca juga: MDA Tabanan Tunggu Kebijakan Pemprov Bali, Kelian Banjar Adat Diusulkan Dapat Insentif

"Ini sama seperti dengan BKK (Bantuan Keuangan Khusus,red) kepada masyarakat terus berkelanjutan.  Pemimpin yang akan datang pasti ada niat baik untuk melanjutkan program- program yang baik," tegas pria asli Buleleng ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved