Berita Buleleng

Ketua LPHD Sambangan Lakukan Aksi Illegal Logging, Mengaku Hasilnya Digunakan untuk Perbaiki Jalan

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD)  Sambangan, Wayan Dapetyasa harus berurusan dengan polisi.

Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukan empat pelaku illegal logging beserta barang bukti, Kamis (27/1/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sambangan, Wayan Dapetyasa harus berurusan dengan polisi.

Bukannya menjalankan tugas mengelola hutan desa dengan baik, ia jutru melakukan aksi illegal logging di kawasan Hutan Munduk Tiing Tali, Banjar Dinas Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. 

Baca juga: Warga Kurang Mampu di Buleleng Bali akan Dibantu Bibit Tanaman Produktif

Baca juga: VIRAL VIDEO Dua Remaja SMP Baku Hantam di Pinggir Jalan Buleleng, Berawal Dari Saling Ejek

Baca juga: 7 SATWA Dilindungi Ditemukan di Kediaman Bupati Nonaktif Langkat, Salah Satunya Orangutan

Ditemui di Mapolres Buleleng Kamis (27/1), Dapetyasa mengaku aksi illegal logging ini terpaksa ia lakukan.

Sebab hasil penjualan kayu curian di kawasan hutan negara itu rencananya akan ia gunakan untuk memperbaiki jalan rusak, yang ada di wilayah tempat tinggalnya.

Yakni di RT Banjar Anyar, Desa Sambangan. 

"Saya akui kesalahan saya. Terus terang ini (illegal logging, red) saya lakukan untuk kepentingan aksi kemanusiaan memperbaiki jalan yang rusak secara swadaya. Jalan di RT kami rusak. Apalagi sekarang musim hujan. Kasian masyarakat. Saya akui tindakan saya ini salah. Kedepan saya tidak akan mengulangi ini," ucap pria yang juga sebagai Ketua RT Banjar Anyar, Desa Sambangan ini. 

Sementara Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, aksi illegal logging ini dilakukan oleh empat orang pelaku.

Selain Wayan Dapetyasa selaku otaknya, ada tiga pria yang juga berhasil diamankan.

Yakni Rohmad David Salam selaku pembeli, Febrianto selaku penebang, serta Komang Sujana alias Daplut selaku orang yang memasarkan kayu sonokeling hasil illegal logging.  

Baca juga: SOSOK Luh Rani, Anggota DPRD Buleleng yang Dinikahi Anak Penjual Es, Pertama Ketemu di Warung Makan

Baca juga: BKPSDM Buleleng Buka Lelang Jabatan untuk Empat Pimpinan OPD

Baca juga: 7 SATWA Dilindungi Ditemukan di Kediaman Bupati Nonaktif Langkat, Salah Satunya Orangutan

Kompol Wirawan menyebut, aksi illegal logging ini dilakukan oleh ke empat tersangka pada Jumat (22/1) sore.

Aksi ini pun berhasil diketahui oleh masyarakat, sehingga dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perangkat Desa Panji, mengingat pintu keluar hutan tersebut berada di wilayah Desa Panji, Kecamatan Sukasada. 

Berangkat dari laporan tersebut, petugas keamanan pun mendatangi TKP.

Pihaknya menemukan dua gelondong kayu yang tergeletak di atas mobil pikap DK 8709 UW, serta satu gelondong kayu yang tergeletak di atas kereta dorong (gretek).

Selain itu petugas juga berhasil mengamankan tersangka Dapetyasa dan Febrianto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved