Berita Bangli

2 Tahun Dilanda Pandemi, Puluhan Desa Wisata di Bangli Mati Suri

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, tercatat ada 31 Desa Wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Bangli

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Salah satu desa wisata di Bangli yang tetap eksis di tengah gempuran pandemi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Perkembangan sejumlah desa wisata di Bangli nampaknya kian lesu.

Usut punya usut, hal ini disebabkan virus Corona yang mewabah sejak dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, tercatat ada 31 Desa Wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Bangli.

Kendati demikian, dari jumlah tersebut hanya tujuh desa wisata yang masih bertahan hingga kini.

Baca juga: Niat Cari Kelapa, Dewa Putra Sandi Ditemukan Meninggal di Parit di Bangli

Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Sugiarta, Selasa (15/2/2022) menjelaskan lesunya perkembangan desa wisata di Bangli akibat gempuran pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Yang mana kondisi ini juga berimbas pada kunjungan wisatawan.

"Oleh sebab itu masyarakat tidak terlalu intens untuk pengembangan wisata," ucapnya.

Mantan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah itu menyebut salah satu desa wisata yang kondisinya benar-benar lesu yakni di Guliang Kangin.

"Selain itu juga DTW di Pura-Pura. Karena objek wisata ini lebih didominasi kunjungan wisatawan mancanegara.

Untuk sekarang walau dibuka pun tidak akan ada yang berkunjung," imbuhnya.

Sementara desa wisata yang masih tetap eksis diantaranya Desa Wisata Penglipuran. Ada pula Desa Wisata Tembuku juga diakui masih menggeliat.

"Termasuk di desa Tamanbali, mereka kini menyiapkan rencana untuk penataan lebih lanjut Taman Bali Raja serta telah terbentuk pokdarwis.

Mereka mengambil hikmah positif dari pandemi ini, untuk menyongsong era baru," ungkap Sugiarta.

Lantas disinggung upaya untuk pengembangan kembali sejumlah desa wisata yang kondisinya seolah mati suri, Sugiarta menegaskan jika pihaknya di Disparbud Bangli tetap meningkatkan upaya promosi dan pengembangan SDM yang ada.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bangli Masih Tinggi, Dirgayusa: Hingga Kini BOR Masih Mencukupi.

"Memang dengan keterbatasan yang ada, ketika semua lesu yang berdampak pada PAD kita dan juga dana kita tak seperti sebelumnya.

Tapi kita melalui bidang promosi dan pengembangan SDM selalu mendapat anggaran untuk desa wisata yang menyasar Pokdarwis," tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved