Human Interest Story

Bantu Keuangan Keluarga, Janarti Buka Bisnis Kue Kering Rumahan 'Saje'

Meski memiliki seorang suami Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penghasilan tetap, tidak membuat Janarti hanya berpangku tangan.

Ratu Ayu Astri Desiani
Janarti menunjukan usaha kue keringnya, Jumat (18/3) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Meski memiliki seorang suami Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penghasilan tetap, tidak membuat Janarti hanya berpangku tangan.

Wanita kelahiran 28 Oktober 1975 ini tetap membantu keuangan keluarga dengan membuka usaha kue kering rumahan, yang diberi merk Saje. 

Ditemui di kediamannya yang terletak di Lingkungan Delod Peken, Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Janarti menuturkan, usaha kue kering ini ia mulai sejak tahun 2000.

Saat itu Janarti terinspirasi dari sebuah ulasan tentang sukses dengan mengaplikasi otak alam bawah sadar. 

Baca juga: 742 Atlet di Buleleng Jalani Tes Fisik Jelang Porprov 2022

Baca juga: Desa Adat Buleleng Gelar Upacara Melasti Pakai Mobil Pikap

Baca juga: SIMAK Harga Minyak Goreng Kemasan Terbaru di Alfamart & Indomaret 

Berangkat dari ulasan itu, wanita yang dikaruniai dua orang anak ini pun teringat bahwa dirinya pernah membuat kue nastar, yang rasanya sangat digemari oleh keluarganya.

Ia pun mencoba  membuat kembali kue nastar itu, lalu dibagikan kepada teman-temannya hingga berhasil mendapatkan respon positif.

Dengan modal awal Rp 500 ribu, Janarti pun memberanikan diri untuk mulai membuka bisnis kue nastar.

Ia belajar membuat kue dengan menggunakan resep yang ada di Google dan YouTube, lalu takarannya disesuaikan dengan selera. 

"Setelah saya jual, mendapatkan uang. Pelanggan semakin bertambah, sehingga bertambah pula jenis kue keringnya. Sekarang ada 8 jenis kue kering yang saya jual, serta abon ayam, abon ikan, kacang mete dan egg roll," katanya. 

Janarti pun tidak menampik, saat membuka bisnis kue kering ini, ia pernah mendapatkan cibiran dari beberapa orang.

Cibiran itu pun sempat membuat istri mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng itu putus asa.

Ia sempat menutup usahanya selama satu tahun.

"Banyak yang bilang istri Kepala Dinas kok jualan. Ada juga yang nyeloteh suka sama uang. Saya sempat berhenti buka usaha pada 2017 karena tidak kuat dengar cibiran itu," katanya. 

Pada 2018, Janarti pun memutuskan untuk tidak memperdulikan cibiran dari beberapa orang tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved