Berita Bali
Pemprov Bali Lakukan ini Cegah Kasus PMK Merebak Kembali, Sekda Dewa Indra: Potong Bersyarat
Pemprov Bali Lakukan ini Cegah Kasus PMK Merebak Kembali, Sekda Dewa Indra: Potong Bersyarat
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sudah zero case dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemerintah Provinsi Bali lakukan beberapa strategi agar PMK tak kembali merebak di Pulau Dewata.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Indra mengatakan terdapat beberapa strategi yang akan ditempuh.
"Yang pertama adalah hewan-hewan yang terinfeksi sekaligus carrier dan pembawa dan dia yang menyebarkan.
Maka dari itu sudah dilakukan pemotongan bersyarat. Sehingga secara teori carrier atau pembawa virus tidak ada. Tinggal lingkungannya yang masih," jelasnya pada, Selasa 9 Agustus 2022.
Baca juga: Kurir Narkoba asal Lumajang ini Dituntut 10 Tahun Penjara
Lebih lanjutnya ia mengatakan pada tempat hewat terpapar PMK hidup tadi agar tidak lagi terdapat virus, pihaknya sudah melakukan desinfeksi.
Jadi semua kandang dimana ada hewan terinfeksi PMK ia memastikan sudah tersemprot dengan desinfektan.
"Kita punya dua team. Team vaksinasi dan desifenksi.
Keduanya berjalan bersama-sama sehingga di sport terjadi PMK kita selesaikan.
Lalu sekarang hewan-hewan yang sehat akan dicegah supaya tidak terinfeksi virus. Caranya jaga kesehatan hewan," tambahnya.
Pihaknya juga sudah melakukan edukasi kepada peternak sapi.
Dan juga sudah menurunkan tim dari Fakultas Peternakan Universitas Udayana untuk menelusuri ke Desa-desa dan melakukan edukasi menjaga kesehatan hewan.
Selain itu pihaknya juga melanjutkan vaksinasi sapi-sapi yang sehat atau belum terpapar PMK.
Baca juga: Tagihan Air Tinggi, Keran Mati Tetap Bayar Rp 250 Ribu,Perumda Tirta Amertha Jati Kumpulin Manajemen
"Capaian vaksinasi kita perhari kemarin 114 ribu yang vaksin pertama.
Kemudian hampir 4 ribu vaksinasi kedua dan ini terus berlangsung.
Sehingga hewan carrier sudah dihilangkan, lingkungannya kita desinfeksi yang sehat ya hewan yang belum tertluar kita sehatkan melalui vaksinasi," terangnya.