Berita Jembrana

120 Hektare Sawah Produktif di Jembrana Diberangus Jalan Tol, Pemkab Tunggu Revisi Perda RTRW

Selain menggusur lahan ladang produktif dan rumah warga, proyek jalan tol ini juga membabat ratusan hektare lahan sawah yang masih produktif.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Salah satu kawasan perumahan yang menggerus lahan sawah produktif di kawasan Kecamatan Jembrana, Kamis 29 September 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pembangunan mega proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi berdampak pada segala lini.

Selain menggusur lahan ladang produktif dan rumah warga, proyek ini juga membabat ratusan hektare lahan sawah yang masih produktif.

Total, ada sekitar 120-an hektare sawah produktif di Kabupaten Jembrana yang nantinya digilas oleh pembangunan jalan yang bernama Tol Jagat Kerthi ini.


Di sisi lain, alih fungsi lahan pertanian juga turut menyumbang proses penyempitan lahan pertanian khususnya sawah produktif di Gumi Makepung ini.

Baca juga: Kuota Solar di SPBN Pengambengan Terbatas, HNSI Jembrana akan Sampaikan ke Pusat

Lahan pertanian kian tergerus oleh beton seperti perumahan dan bangunan lainnya. 


Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, total luas lahan pertanian di Jembrana tahun 2022 ini 6.708 hektare.

Sedangkan, di tahun 2021 lalu seluas 6.725 hektare.

Artinya ada penyusutan 17 hektare are yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan menjadi beton.

Mirisnya, jumlah tersebut belum termasuk penyusutan akibat terdampak pembangunan jalan tol. 

Baca juga: Jembrana Bahas Peruntukan DID Rp8,8 Miliar, Fokus Percepatan Pemulihan Ekonomi di Gumi Makepung


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama mengungkapkan, total luas lahan pertanian sawah produktif yang tergerus oleh pembangunan proyek jalan tol Jagat Kerthi hingga ratusan hektare. 


"Data terakhir, sekitar 120-an hektare (sawah) yang terdampak karena pembangunan jalan tol tersebut," kata Sutama saat dikonfirmasi. 


Menurut dia, pembangunan jalan tol tersebut merupakan proyek strategis nasional (PSN). Sehingga, pembangunannya akan tetap jalan karena merupakan prioritas.


Di sisi lain, penyempitan lahan pertanian di Jembrana juga disumbang oleh alih fungsi lahan menjadi beton.

Meskipun tak seperti daerah lainnya, luas lahan yang dialihfungsikan menjadi perumahan dan bangunan lainnya mencapai belasan hektare setiap tahunnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved