Berita Jembrana
Hasil Tim Investigasi Hutan Jembrana, Temukan Banyak Titik Longsor Hutan Blok Inti
Tim Investigasi khusus dari pihak KPH, KLHK dan Polda Bali telah turun untuk melakukan pengecekan langsung kondisi terkini hutan blok inti sepanjang
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Kita sudah carikan solusi. Dalam pemanfaatannya nanti diserahkan ke Desa/Kelurahan. Ini dengan harapan untuk kepentingan sosial lainnya dalam rangka penanganan pasca bencana," katanya sembari menyatakan pihak desa/kelurahan akan melakukan kajian terkait hal tersebut.
Pengelola Hutan Jadi Kader Pelestarian
Kepala Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Barat, Agus Sugianto mengatakan, kelompok pengelola hutan secara tidak langsung sebagai kader-kader relawan pelestarian hutan.
Artinya, mereka ikut menjaga kelestarian hutan di kawasan inti dan mengelola zona pemanfaatan sesuai dengan petunjuk teknis tanaman yang diperbolehkan.
Dan untuk mendukungnya, semestinya para pengelola yang memperoleh hak ini mendapatkan bantuan permodalan dalam upaya penanaman dan sarana pendukung lainnya.
Kelompok-kelompok pengelola hutan ini juga sebagai agen atau relawan menjaga hutan lestari dan solusi pendekatan menghentikan perambahan dan ilegal logging.
Di luar itu (perambahan dan ilegal logging), juga yang harus menjadi perhatian bersama adalah penertiban pipa-pipa air liar hingga ke kawasan hutan.
"Kita buka saja. Pemanfaatan air dari dalam kawasan tanpa terkendali sangat berdampak besar mempengaruhi kualitas resapan di hulu. Kebutuhan air memang perlu, tetapi menurutnya harus diatur bersama-sama agar tidak liar. Sehingga mari kita bersama-sama untuk menjaganya," tegasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Gianyar