Berita Jembrana
200 Personel Perketat Pelabuhan Gilimanuk, Atensi 14 Titik Jalur Tikus di Pesisir
Pihaknya juga melakukan penggalangan terhadap masyarakat atau nelayan pesisir Jembrana.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Polres Jembrana menggelar apel gelar pasukan Operasi Puri Agung dalam rangka Pengamanan KTT G20 di lapangan depan Kantor Bupati Jembrana, Senin 7 November 2022.
Ratusan personel dari berbagai satuan telah dinyatakan siap untuk melakukan pengamanan, khususnya di Pelabuhan Gilimanuk mulai 8-17 November 2022 mendatang.
Total ada 200 personel yang dikerahkan.
Baca juga: 304 Hektare Lahan Pertanian Jembrana Rusak Diterjang Banjir, Lokasi Terparah di Kecamatan Mendoyo
Menurut pantauan, selain apel gelar pasukan juga dilaksanakan pengecekan kesiapan personel serta peralatan pendukung yang akan digunakan.
"Selain gelar pasukan, kita juga sampaikan amanat dari Kapolri terkait penekanannya. Pengamanan akan dimulai besok, total 200 personel yang bertugas," kata Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana usai kegiatan.
Baca juga: Lahan Terdampak Banjir Bandang DAS Bilukpoh Jembrana Diestimasi 600 Hektare
Dewa Juliana melanjutkan, selain Polri, juga dilakukan penebalan personel oleh Satpol PP, Dinas Perhubungan, Disdukcapil, serta TNI angkatan Laut dan Darat.
Untuk pola pengamanan juga sudah dilaksanakan atau disimulasikan sehingga semua sudah paham dengan tugasnya masing-masing.
"Terpenting adalah yang kami imbau adalah para pengguna jalan di Pelabuhan Gilimanuk untuk mengikuti semua prosedurnya atau alur yang sudah kita tentukan. Kami harap maklum pengguna demi kebaikan bersama," imbaunya.
Baca juga: Hasil Tim Investigasi Hutan Jembrana, Temukan Banyak Titik Longsor Hutan Blok Inti
Untuk di wilayah pesisir, pihak kepolisian sudah menerjunkan polsek jajaran untuk melakukan atensi.
Selain itu, juga bekerja sama dengan Satpol PP Kecamatan untuk mengecek penduduk pendatang yang mungkin ada di pemukiman pesisir. Hal itu harus diantisipasi sedini mungkin.
"Jika ditemukan kita akan lakukan langkah sesuai dengan yustisi yang diberlakukan," tegasnya sembari menyebutkan sejauh ini belum menemukan hal yang mencurigakan atau kejanggalan.
Pihaknya juga melakukan penggalangan terhadap masyarakat atau nelayan pesisir Jembrana.
Tujuannya adalah agar mengantisipasi masuknya penumpang gelap.
"Kami minta agar nelayan jangan mudah percaya, karena biasanya mereka memanfaatkan nelayan untuk menumpang di kapal nelayan," tegasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Jembrana