Berita Jembrana
Sebulan Pasca Bencana, Warga Bilukpoh Jembrana Bersihkan Rumah dan Temukan BPKB Motor
Warga terdampak banjir bandang di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Desa Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, masih tampak sibuk membersihkan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Warga terdampak banjir bandang di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Desa Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, masih tampak sibuk membersihkan rumahnya, Senin 14 November 2022.
Meskipun tanah serta kayu masih memenuhi halaman rumahnya, warga tampak semangat untuk mencari barang berharganya.
Bahkan, sebulan bencana berlalu, seorang warga mengaku berhasil menemukan surat berharga yakni Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) motor.
Baca juga: Jembrana Target Peringkat 4 di Porprov Bali 2022, Teladani Semangat Makepung
Di sisi lain, petugas dari BPBD Jembrana didampingi Kepala Lingkungan Bilukpoh Kangin kembali melakukan pendataan terkait rencana relokasi rumah warga yang terdampak.
Sesuai informasi, ada 25 KK yang setuju dengan relokasi kemudian ada 16 KK yang menginginkan adanya stimulan (bantuan).
Seorang warga, Gusti Komang Putra menuturkan, pasca peristiwa air bah yang menerjang, ia berusaha untuk membersihkan rumahnya bersama kerabat.
Baca juga: 51 Pegawai Kejari Jembrana Dites Urine, Kasus Narkotika Jembrana Naik Signifikan Tahun Ini
Sebab, ia tinggal bersama 3 KK lainnya di satu halaman itu. Hari demi hari, ia lakukan pembersihan untuk menemukan sejumlah barang berharga.
"Kemarin, kita berhasil menemukan BPKB. Astungkara, tapi rumah saya masih penuh lumpur dan dapur saya hanyut," kata Gusti Komang Putra saat dijumpai di rumahnya.
Disinggung mengenai relokasi rumah warga terdampak bencana, Gusti Putra mengaku sangat ingin direlokasi dengan catatan lokasinya tak jauh.
Baca juga: Bantuan Bencana Masih Berdatangan ke Jembrana, Tinggal 5 KK Bertahan di Posko Pengungsian
Sebab, jika jauh warga harus pindah tempat dan pindah status banjar adat.
"Kalau dekat kami setuju tentunya. Itupun kalau kami direlokasi," tegasnya.
Jika seandainya pemerintah tidak mau merelokasi, kami harap bisa menyediakan lahan dan rumah. Setelah itu, warga mengaku akan siap untuk melakukan kredit atau membayar dengan mencicil.
"Beberapa orang warga juga sama prinsipnya dengan saya. Kami siap mencicil dengan jangka waktu yang panjang agar lebih murah. Agar kami tetap bisa hidup," tegasnya.
Baca juga: Jembrana Dapat Jatah 415 Formasi PPPK, 20 Orang Guru Sudah Lulus Passing Grade
Terpisah, I Kadek Budra (50) tampak sibuk membersihkan timbulan tanah akibat banjir bandang sebulan lalu.
Meskipun belum kembali ke rumah lama, ia masih berniat untuk membersihkan areal rumahnya sebagai antisipasi jika tempat atau lahan relokasi terlalu jauh.