Berita Jembrana

Masuk Zona Merah, Tiga Desa Rawan Tsunami di Jembrana Tak Punya Alat Pendeteksi Dini

Tiga desa pesisir di Kabupaten Jembrana masuk zona merah bencana tsunami dan kesulitan akses evakuasi warga.

Pixabay / rolandmey
Ilustrasi - Masuk Zona Merah, Tiga Desa Rawan Tsunami di Jembrana Tak Punya Alat Pendeteksi Dini 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Tiga desa pesisir di Kabupaten Jembrana masuk zona merah bencana tsunami dan kesulitan akses evakuasi warga.

Pemerintah pusat dari berbagai unsur pun turun ke lokasi langsung untuk melakukan pengecekan.

Apalagi, di tiga kawasan ini belum memiliki alat pendeteksi dini, alarm hingga tempat evakuasi sementara (TES) sebagai antisipasi penanganan tsunami


Menurut informasi yang diperoleh, pemerintah pusat melalui Bappenas, BNPB, BMKG hingga World Bank (Bank Dunia) telah turun untuk lakukan pengecekan.

Baca juga: 525 Pelanggar Lalulintas di Jembrana Terekam Tilang Elektronik, Dominan Pelanggar Tak Gunakam Helm

Namun, saat ini masih proses pembahasan dan diskusi untuk menentukan langkah selanjutnya. Keputusan akan diambil usai proses diskusi tersebut. 


"Belum selesai (pembahasan), masih diskusi sekarang," kata Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis 1 Desember 2022. 


Menurut Agus, untuk upaya mitigasi menghadapi bencana tsunami, warga juga akan mendapat edukasi serta simulasi/pelatihan khusus menghadapi bencana tersebut.

Baca juga: Gempa Bumi 5,6 SR Landa Cianjur Jawa Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

Selain itu juga dipasang rambu-rambu, dibangun tempat evakuasi sementara dan lainnya lagi.


Dia juga menyebutkan, di tiga kawasan ini masih belum ada alat pendeteksi dini, sirine, maupun alarm di laut.

Rencananya, setelah diskusi ini akan dipastikan untuk kelengkapan alat-alat tersebut. 

 

"Itu jadi satu kesatuan. Lengkap di sana. Sekarang masih dibahas," katanya.  

 

Baca juga: Pemuda Nongkrong Nyaris Tertimpa Reruntuhan, Gapura Stadion Buatan 1989 Roboh di Jembrana


Disingung mengenai lahan tempat evakuasi sementara yang rencananya dibangun world bank, Agus Artana menyebutkan masih berproses.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved