Berita Klungkung

Petani Garam Kusamba Mengeluh, Harga Garam Hasil Tunnel Ditawar Rp4 Ribu Per Kilo

Garam bersih hasil tunnel ini ditawar dengan harga terlalu murah, sehingga kelompok petani garam Sarining Segara Desa Kusamba lebih memilih menyimpan

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas warga saat memproduksi garam dengan sistem tunnel di Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung, Bali, Selasa (20/12/2022). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Para petani garam di Desa Kusamba, Klungkung, Bali, mampu meningkatkan produksi garam dengan sistem tunnel.

Namun garam bersih hasil tunnel ini ditawar dengan harga terlalu murah, sehingga kelompok petani garam Sarining Segara Desa Kusamba lebih memilih menyimpan garamnya di gudang.


Ketua Kelompok Petani Garam Sarining Segara, Wayan Rena mengungkapkan, semenjak mendapat bantuan tunnel petani garam setempat membuat garam dengan dua cara.

Baca juga: Di Klungkung Tercatat 1623 Disabilitas, Beberapa Diterima Bekerja di OPD

Yakni dengan metode tradisional yang dijalankan perorangan, dan sistem tunnel yang dikerjakan berkelompok.


Beberapa bulan membuat garam dengan sistem tunnel, kelompok petani garam Sarining Segara sudah memproduksi sekitar 800 kilogram garam bersih.

Namun garam produksi tunnel itu ditawar dengan harga sangat murah, yakni hanya Rp4000 per kilogram. 


Sehingga para petani garam enggan menjual garam tersebut, dan lebih memilih menyimpannya di gudang.

Baca juga: Terima Aduan Musik Keras Malam Hari, Bupati Suwirta Turun Sidak Warung Tuak di Klungkung


"Kalau kami berikan garam bersih hasil tunnel itu dengan harga Rp4000 per kilogram, takutnya tidak cukup untuk biaya pemeliharaan (peralatan tunnel)," ujar Wayan Rena, Minggu (25/12/2022).


Pertimbangan Rena cukup masuk akal, karena menurutnya intalasi tunnel perlu biaya pemeliharaan.

Apalagi produksi garam di tunnel juga menggunakan mesin untuk penyedot air laut.

Jika tidak ada biaya pemeliharaan, ia khawatir tunnel bantuan dari Kementerian Sosial itu justru pemanfaatannya tidak berkelanjutan.

Baca juga: Perumda Panca Mahottama Targetkan Semua Desa di Klungkung Terlayani Air Bersih Pada 2023


"Rencananya bulan Januari nanti ada calon pembeli yang akan datang untuk membeli garam tunnel ini. Permintaanya 1,2 ton, coba kami tawarkan harga Rp10 ribu per kilogramnya," ungkap Rena.


Namun demikian, dari 4 kali panen dengan sistem tunnel ini, Petani Garam Sarining Segara sudah mampu menjual 130 kilogram garam kotor dan air limbah garam sebanyak 35 liter.


"Jatu jeriken sekitar 35 liter air limbah garam kami jual Rp90 ribu. Kalau garam kotor dari hasil tunnel kami sudah jual Rp130 kilogram, dengan harga Rp1500 perkilogram," ungkap Rena.

Baca juga: PKP Klungkung Kompak Tunggu Keputusan PTUN, Sukirta Belum Ada Niat Pindah Partai

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved