Berita Klungkung

Dodol Buah Laris Manis Jelang Galungan di Klungkung, Bahan Baku Justru Seret

Jelang Hari Raya Galungan, permintaan dodol buah ramai di Klungkung. Namun bahan bakunya justru sulit didapat.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ni Nengah Yuliati (40), sibuk membungkus satu demi satu dodol di kediamannya di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (1/1/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Jelang Hari Raya Galungan, ramai permintaan dodol buah di pasaran.

Namun di saat laris manis, para pembuat dodol buah justru kesulitan mendapatkan bahan baku.


Ni Nengah Yuliati (40), sibuk membungkus satu demi satu dodol di kediamannya di Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Baca juga: Pantau Pasar Jelang Hari Raya Galungan, Bupati Suwirta Soroti Barang Dagangan di Pasar Galiran

Tangannya tampak lihai, membungkus satu per satu dodol buah yang sudah siap kemas.

Jelang Hari Raya Galungan, dodol buah yang diproduksinya laris manis di pasaran.


"Memang setiap menjelang Hari Raya Galungan, dodol buah laris manis. Terutama dodol nangka yang ramai pembelinya," ujar Yuliati, Minggu (1/1/2022).

Baca juga: Jualan Penjor, Muliani Warga Buleleng, Bali Raup Omset Jutaan Rupiah Jelang Hari Raya Galungan


Namun dirinya justru merasa kesulitan untuk mendapatkan buah nangka masak, sebagai bahan baku utama dari dodol buatannya.

Biasanya ia mendapatkan pasokan buah nangka dari Kabupaten Karangasem, dan sebagian lagi membeli di pasar.


Menjelang Hari Raya Galungan ini, pasokan buah nangka masak sangat minim. Bahkan sebelumnya ia sampai beralih membuat dodol pisang, karena minimnya bahan baku buah nangka.


"Sempat buat dodol pisang. Tapi peminatnya tidak sebanyak dodol nangka," jelasnya.

Baca juga: Jelang Hari Raya Galungan, Ketersediaan Babi Siap Potong di Klungkung, Bali Sebanyak 950 Ekor


Demikian halnya dodol buah salak, yang pasokan bahan bakunya mulai seret saat menjelang Hari Raya Galungan.

Itu juga yang membuat Yuliati dan keluarganga tidak bisa memproduksi dodol terlalu banyak.


"Buah salak juga pasokannya seret. Biasanya kalau jelang Hari Raya Galungan, buah salak langsung dibawa ke pasar. Kami sulit dapatkan pasokan biasanya. Jadi kalau buat dodolnya kami biasanya tergantung bahan baku saja," ungkapnya.

Baca juga: 6.200 Ekor Babi Siap Dipotong Untuk Hari Raya Galungan, Disperpa Sebut Sudah Melebihi Kebutuhan


Jelang Galuangan saat ini, rata-rata Yuliati dapat mengemas sekitar 1500 biji per hari.

Dodol buah produksinya dijual Rp800 per biji. Pemasaranya biasanya ke pusat oleh-oleh, ataupun pasar tradisional di Klungkung.


"Ada pengepul biasanya yang datang untuk membeli dodol di sini. Nanti mereka yang memasarkan. Dengan bahan baku yang terbatas, kami sebisa mungkin penuhi order-an," ungkapnya. (*)

 

 

 

Berita lainnya di Berita Klungkung

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved