serba serbi

Galungan & Godaan Sang Hyang Kala Tiga, Agar Tetap Mawas Diri Pada Hari Kemenangan Dharma!

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, berkata agar umat Hindu berhati-hati saat Sang Hyang Kala Tiga ini turun sebelum Galungan.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti - Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri. Terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan, dan lain sebagainya bisa dikendalikan. 

Sehingga untuk menyongsong Galungan, dirinya telah dalam keadaan bebas dari hal-hal negatif.

Munculnya hal-hal negatif, kata beliau, akan diperparah lagi dengan turunnya Sang Hyang Bhuta atau Sang Hyang Kala Tiga Galungan.

Karena Sang Hyang Bhuta Tiga Galungan ini, akan menggoda keteguhan iman manusia di saat-saat akan merayakan hari raya suci Galungan.

"Nah apabila Sang Hyang Kala Tiga Galungan berhasil, maka Galungan yang semestinya merupakan hari yang menggembirakan, akan berubah menjadi hari yang mengecewakan, karena ulah kita sendiri," ucap beliau.

Oleh sebab itu menjelang Galungan, sebagai umat Hindu harus sangat berhati-hati dan kuat iman karena godaan dari Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan selalu mengintai.

Dalam lontar Sri Jaya Kesunu, disebutkan bahwa Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan turun pada Redite Paing Wuku Dungulan.

Sang Hyang Kala Tiga Galungan ini, terdiri dari tiga sosok niskala.

Sang Bhuta Galungan konon turun saat Redite Paing Dungulan.

Kemudian, Sang Bhuta Dungulan yang turun saat Soma Pon Dungulan.

Dan ketiga, Sang Bhuta Amengkurat yang turun saat Anggara Wage Dungulan.

"Ketiga-tiganya ini yang selalu menggoda kehidupan iman manusia yang sedang menyiapkan diri untuk merayakan hari suci Galungan," tegas beliau.

Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri.

Terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan, dan lain sebagainya bisa dikendalikan.

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti - Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri.

Terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan, dan lain sebagainya bisa dikendalikan.
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti - Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri. Terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan, dan lain sebagainya bisa dikendalikan. (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)

"Kita harus bisa meredam dan mengurung gejolak-gejolak negatif dalam diri sehingga tidak muncul," ucap mantan jurnalis ini.

Maka Redite Paing Dungulan disebut hari panyekeban, atau 'Anyekung Jnana Sudha Nirmala' yang artinya mengendalikan diri untuk bisa mencapai kesucian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved