Berita Gianyar

Krama Blahtanah Sukawati Gianyar Gelar Karya Agung Brahma Lelare, Simak Penjelasan Selengkapnya!

Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau patung bayi Sakah.

Tribun Bali
Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau biasa disebut patung bayi Sakah. Patung bayi berukuran besar itu, berada di Jalan Raka Sakah, Desa Batuan Kaler. Lantaran lokasinya berada di jalan umum, maka pada upacara yang berlangsung pada 21 Januari 2023 nanti, jalan di depan patung bayi ini pun akan ditutup. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau biasa disebut patung bayi Sakah.

Patung bayi berukuran besar itu, berada di Jalan Raka Sakah, Desa Batuan Kaler.

Lantaran lokasinya berada di jalan umum, maka pada upacara yang berlangsung pada 21 Januari 2023 nanti, jalan di depan patung bayi ini pun akan ditutup.

Baca juga: KISAH Sakral Patung Bayi Sakah di Desa Batuan Gianyar

Baca juga: Cerita Mistis Seputar Patung Bayi Sakah di Gianyar yang Banyak Membuat Penasaran 

Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau biasa disebut patung bayi Sakah.

Patung bayi berukuran besar itu, berada di Jalan Raka Sakah, Desa Batuan Kaler.

Lantaran lokasinya berada di jalan umum, maka pada upacara yang berlangsung pada 21 Januari 2023 nanti, jalan di depan patung bayi ini pun akan ditutup.
Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau biasa disebut patung bayi Sakah. Patung bayi berukuran besar itu, berada di Jalan Raka Sakah, Desa Batuan Kaler. Lantaran lokasinya berada di jalan umum, maka pada upacara yang berlangsung pada 21 Januari 2023 nanti, jalan di depan patung bayi ini pun akan ditutup. (weg)

Penutupan jalan tersebut pun telah disebarkan Polantas Polres Gianyar, melalui akun media sosialnya.

Penutupan akan dilakukan sebanyak tiga kali.

Yakni 21 Januari dari pukul 06.00-18.00 WITA.

Pada 22 Januari, penutupan dilakukan dari pukul 12.00-18.00 WITA.

Penutupan jalan terakhir dilakukan pada 24 Januari dari pukul 06.00-18.00 WITA.

Ketua Panitia Karya Agung Brahma Lelare 2023, I Wayan Rija mengatakan, upacara ini dimulai dari Redite Umanis Langkir pada 15 Januari dengan prosesi Nyukat Genah.

Dilanjutkan dengan Nanceb pada Soma Paing Langkir pada 16 Januari.

Kemudian Negtegan pada Anggara Pon Langkir, 17 Januari dan Nyangling pada Wrespati Kliwon Landep 19 Januari.

Namun pada prosesi tersebut belum dilakukan penutupan jalan.

Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau biasa disebut patung bayi Sakah.

Patung bayi berukuran besar itu, berada di Jalan Raka Sakah, Desa Batuan Kaler.

Lantaran lokasinya berada di jalan umum, maka pada upacara yang berlangsung pada 21 Januari 2023 nanti, jalan di depan patung bayi ini pun akan ditutup.
Dalam waktu dekat ini, krama adat Blahtanah, Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar upacara besar di patung Brahma Lelare atau biasa disebut patung bayi Sakah. Patung bayi berukuran besar itu, berada di Jalan Raka Sakah, Desa Batuan Kaler. Lantaran lokasinya berada di jalan umum, maka pada upacara yang berlangsung pada 21 Januari 2023 nanti, jalan di depan patung bayi ini pun akan ditutup. (Weg)

Dimana penutupan jalan dilakukan pada 21, 23 dan 24 Januari.

Pada 21 Januari itu adalah prosesi Mecaru Rsi Gana, dilanjutkan Mendak Pekuluh di Griya Pitamaha Mas pada Redite Pon Medangsia (23/1).

"Pada Soma Wage Medangsia (23/1) akan berlangsung Ida Betara Medal lan Mepada Alit hingga Puncak karya berlangsung Anggara Kliwon Medangsia (24/1).

Lalu akan Nyineb pada Sukra Pon Medangsia (27/1)," jelasnya.

Kelian Dusun Blahtanah, I Wayan Eka Sentana bersama Kelian Adat Blahtanah I Made Suwirtha menjelaskan bahwa upacara ini diempon oleh 344 Kepala keluarga di Banjar Adat Blahtanah.

Namun dari segi pendanaan, pihaknya juga dibantu oleh Pemkab Gianyar dan sejumlah donatur.

"Tujuan upacara ini adalah agar masyarakat tentram, damai, dan selalu diberi keselamatan," ujar Eka.

Dia mengungkapkan, selama ini banyak umat yang dari beebagai daerah yang datang bersembahyang.

Bahkan tak sedikit dari mereka berasal dari luar Bali, dan ada juga WNA. Mereka datang atas kesadaran sendiri.

"Yang tangkil ke sini terkait kepercayaan secara mistisnya. Jero mangku menuturkan bahwa mereka yang datang karena banyak yang terpenuhi keinginannya, tapi kembali ke sugesti masing-masing.

Setiap hari ada saja penangkilan, termasuk masyarakat yang melintas di sini. Dan kalau tangkil kesini lapor dulu ke Prajuru Adat," ujarnya.

Patung Bayi berukuran besar itu berdasarkan cerita turun temurun dari leluhurnya sudah dibangun sejak tahun 1989 di masa kepemimpinan Tjokorda Dherana dan terdapat pula tiga pohon pule yang tumbuh sendiri.

Dan selama berdiri hampir 33 tahun, baru kali ini digelar Karya Padudusan Agung. "Karya ini kita persembahkan karena arca Brahma Lelare sudah 33 tahun berdiri dan memberikan keselamatan kepada masyarakat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved